Jumat, 29 Mei 2026

Internasional

China Peringatkan Inggris, Sekelompok Kapal Induk dan Perang Mendekati Laut China Selatan

Pemerintah China memperingatkan Carrier Strike Group Inggris, yang dipimpin Kapal Induk HMS Queen Elizabeth. China berharap tidak melakukan tindakan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Kapal Induk Inggris, HMS Queen Elizabeth bersama Kapal Perang berlayar melalui Laut Cina Selatan 

Untuk memperingatkan aga segera pergi, sementara pesawat Cina terbang rendah di atas kapal Inggris.

China telah mengadakan latihan militer ekstensif di kawasan itu minggu ini.

Mempraktikkan serangan pantai dalam sebuah langkah yang mengkhawatirkan beberapa analis yang sedang bersiap untuk akhirnya menyerang Taiwan.

Angkatan Laut PLA akan menggunakan kehadiran Carrier Strike Group Inggris di Laut Cina Selatan sebagai kesempatan untuk berlatih.

Juga untuk mempelajari kapal perang terbaru Inggris dari dekat, kata Global Times.

Ia mengutip juru bicara Kedutaan Besar China di London yang mengatakan:

"Ancaman terhadap kebebasan navigasi hanya bisa datang dari orang yang mengerahkan kelompok tempur kapal induk ke Laut China Selatan."

"Setengah dunia akan melenturkan otot angkatan lautnya untuk meningkatkan militer. ketegangan di wilayah itu."

Tetapi sementara kedatangan Carrier Strike Group di wilayah tersebut telah memicu kemarahan Beijing,

Rekan Peneliti Rusi untuk Angkatan Laut, Sidharth Kaushal, menunjukkan kebuntuan angkatan laut.

"Tindakan China telah dikalibrasi jauh di bawah standar. ambang apa pun yang akan memulai perang".

Pengerahan HMS Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya ke Asia Timur dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah Inggris.

Untuk memainkan peran yang lebih menonjol dalam keamanan global, sebagaimana ditetapkan dalam Tinjauan Terpadu pemerintah baru-baru ini.

Baca juga: Kapten Tim Polo Air Wanita China di Olimpiade Tokyo Viral, Menarik Perhatian Jutaan Netizen

Prancis, juga, serta negara-negara Eropa lainnya, telah mengalihkan perhatiannya ke Laut China Selatan.

Karena kekuatan militer dan ekonomi China yang tumbuh tampaknya tak terbendung.

China baru-baru ini memulai peningkatan besar dalam persenjataan rudal balistik nuklirnya, membangun silo peluncuran baru di wilayah Xinjiang yang terpencil.

Mereka juga telah mengembangkan Hypersonic Glide Vehicles, rudal berkecepatan tinggi.

Dapat mencapai kecepatan hingga delapan kali kecepatan suara dan telah dijuluki "pembunuh"(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved