Internasional
PBB Perpanjang Embargo Senjata ke Republik Afrika Tengah, Tolak Seruan China
Dewan Keamanan (DK) PBB memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Republik Afrika Tengah selama satu tahun.
Hal itu juga memperpanjang mandat panel ahli yang memantau implementasi semua sanksi hingga 31 Agustus 2022.
Bulan lalu, panel menuduh instruktur militer Rusia dan pasukan CAR mendukung penggunaan kekuatan yang berlebihan.
Dimana terjadi pembunuhan tanpa pandang bulu, pendudukan sekolah dan penjarahan dalam skala besar"
Dalam laporan setebal 40 halaman yang diperoleh The Associated Press (AP), panel tersebut mengatakan telah mengumpulkan kesaksian dari sejumlah besar pejabat lokal.
Termasuk militer pemerintah dan pasukan keamanan internal.
Bahkan, sumber tingkat masyarakat di berbagai lokasi di negara yang melaporkan partisipasi aktif instruktur Rusia dalam operasi tempur di lapangan.
Panel mengatakan banyak pejabat dan sumber lain melaporkan bahwa instruktur Rusia memimpin daripada mengikuti pasukan CAR saat mereka maju ke kota dan desa yang berbeda.
Baca juga: PBB Kutuk Penggunaan Kekuatan Militer Berlebihan ke Demonstran Kuba
Khususnya dalam serangan balasan terhadap pemberontak yang terkait dengan Bozize.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dengan tegas membantah tuduhan itu sebagai kebohongan lain.
Dia mengatakan penasihat militer Rusia tidak dapat mengambil bagian dalam pembunuhan atau penjarahan apapun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasukan-perdamaian-pbb-di-afrika-tengah.jpg)