Berita Internasional
Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS, Ancam Beri Balasan Keras dan Mematikan
Iran memperingatkan akan membalas keras jika AS melancarkan serangan baru, meski gencatan senjata masih berlaku sejak April.
Ringkasan Berita:
- Iran memperingatkan akan membalas keras jika AS melancarkan serangan baru, meski gencatan senjata masih berlaku sejak April.
- Teheran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas blokade laut AS, memicu lonjakan harga energi global.
- Negara-negara Teluk bereaksi keras, sementara AS belum memastikan langkah selanjutnya, membuat stabilitas kawasan semakin rapuh.
Iran memperingatkan akan membalas keras jika AS melancarkan serangan baru, meski gencatan senjata masih berlaku sejak April.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran mengeluarkan ancaman balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS).
Ancaman ini muncul di tengah kabar bahwa Washington menyiapkan skenario serangan baru, meski gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku sejak awal April.
Situasi semakin rumit karena Iran tetap menutup Selat Hormuz sebagai respons atas blokade laut AS, langkah yang berdampak besar pada pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak.
Bagi Teheran, penutupan selat dianggap sah menurut hukum internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menegaskan, bahwa tindakan tersebut adalah bentuk pembelaan hak negara.
Ia juga menuding AS dan sekutunya di Teluk mengeksploitasi jalur air strategis itu.
Iran bahkan mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap aset militer AS di kawasan, memperingatkan bahwa balasan akan “panjang dan menyakitkan” jika serangan baru benar-benar terjadi.
Baca juga: Iran Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Usai Deteksi Drone Pengintai di Teheran
Ancaman Iran memicu reaksi keras dari negara-negara Teluk.
Uni Emirat Arab (UEA) melarang warganya bepergian ke Iran, Lebanon, dan Irak, serta meminta mereka segera kembali.
Bahrain melalui Raja Hamad bin Isa Al Khalifa mengecam Teheran karena dianggap mengancam keamanan negaranya.
Ia bahkan memperingatkan adanya hukuman berat bagi pihak internal yang dianggap berkolaborasi dengan Iran.
Sikap ini menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya terjadi antara AS dan Iran, tetapi juga melibatkan dinamika politik domestik di negara Teluk.
Di sisi lain, AS belum memastikan apakah akan melanjutkan serangan.
| Update Hari ke-63 Perang Iran: Trump Buka Peluang Serangan, Iran Sebut Blokade Tak Bisa Ditoleransi |
|
|---|
| Harga BBM AS Melonjak Tajam Dampak Perang Iran, Trump Janji Akan Turun Drastis! |
|
|---|
| Parah! Israel Tangkap Aktivis Flotilla di Perairan Internasional, Dunia Mengecam |
|
|---|
| Warga Aceh di Amerika Beli Gereja, Akan Diubah Jadi Meunasah |
|
|---|
| Update Perang Iran Hari ke-61 : Ketegangan Naik, OPEC Terguncang, Pasar Global Bergejolak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-Dokumen-kesepakatan-10-poin-IranAS-dengan-cap-sanksi.jpg)