Olimpiade Tokyo 2020
Lolos ke Final Ganda Putri Olimpiade Tokyo, Apriyani Rahayu: Kami Masih Harus Bermain untuk Emas
Dalam laga yang dihelat Musashino Forest Sport Plaza, Greys/Apri menang 21-19, 21-17.
SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu memastikan Indonesia akan menambah satu medali lagi setelah lolos ke babak final.
Usai laga, Apri mengaku masih belum percaya dia dan Greys telah lolos babak final.
Sebagai debutan, pemain berusia 23 tahun itu masih belum percaya dengan lolosnya mereka ke babak final ajang Olimpiade.
"Saya masih belum percaya (masuk final). Sebelum berangkat saya sempat bilang, saya tidak pernah berpikiran main di Olimpiade secepat ini tapi tiba-tiba sekarang saya ada di final," sahut Apri dikutip badmintonindonesia.org.
"Saya mengucapkan terima kasih untuk Kak Ge (Greysia Polii) yang sudah membawa saya sejauh ini. Saya sempat bilang untuk jangan berhenti dulu, bermainlah dengan saya. Dari situ saya diyakinkan melalui motivasinya, kerja kerasnya setiap hari, ketabahannya, dan keinginannya untuk menjadi juara," lanjut pemain kelahiran Lawulo, Sulawesi Tenggara tersebut.
Di laga final yang akan digelar pada Senin (2/8/2021) mendatang, Greys/Apri akan menantang Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari China yang menempati unggulan kedua.
"Saya belum ingin puas dulu, kami masih harus bermain untuk emas," ujar Apri.
"Ya, masih ada tugas yang kami harus selesaikan. Saya belum banyak yang bisa disampaikan tapi kami memohon doa restu dan dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk kami di final. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik," kata Greys.
Baca juga: Tangkal Isu Hoax Soal Pembatalan Haji, Kemenag Nagan Raya Sosialisasikan KMA ke CJH & Penyuluh Agama
Baca juga: Dana Masjid Agung Alfalah Sigli Rp 10,8 M Mengendap di Kasda, Begini Paparan Ketua Baitul Mal Pidie
Baca juga: Daftar Sementara Peraih Medali Badminton Olimpiade Tokyo 2020 dan Permintaan Maaf Ahsan/Hendra
Baca juga: Subulussalam Diamuk Api, Mantan Wali Kota Ikut Berjibaku dengan Warga dan Petugas Pemadam Kebakaran
Greys/Apri menang atas ganda Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan di babak semifinal.
Dalam laga yang dihelat Musashino Forest Sport Plaza, Greys/Apri menang 21-19, 21-17.
Memastikan perolehan medali Indonesia akan bertambah dari cabang bulu tangkis.
Lolos ke final berarti Indonesia berpeluang meraih medali emas atau perak.
Di final dia akan menghadapi ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan di partai final yang akan digelar Senin (2/8).
Sedangkan tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting lolos babak semifinal setelah menang atas pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen dengan rubber game ketat 21-18, 15-21, 21-18.
Butuh dua kemenangan lagi bagi Ginting untuk bisa mencetak sejarah sebagai pemain tunggal putra Indonesia ketiga yang meraih medali emas olimpiade.
Pada olimpiade tahun ini menjadi tahun kebangkitan ganda putri.
Cerita bak dongeng pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu terus berlanjut.
Usai mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama Skuad Merah-Putih yang berhasil menembus babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020, hari ini mereka kembali mencetak rekor dengan melesat ke laga puncak sekaligus memastikan satu kepingan medali.
Greys/Apri sukses menundukkan wakil Korea Selatan yang unggulan empat, Lee So Hee/Shin Seung Chan di babak semifinal.
"Puji Tuhan. Rasanya luar biasa. Ini Olimpiade ketiga saya dan saya tidak muda lagi. Dua edisi sebelumnya saya gagal dapat medali tapi hari ini saya (dan juga Apri) akhirnya bisa ke final. Menyumbang medali untuk Indonesia," kata Greys dikutip Badmintonindonesia.org.
"Saya merasa situasi dan kondisi di lapangan benar-benar menguntungkan kami. Kami menang kalah lawan mereka. Jadi kami tidak terlalu memikirkan tentang itu. Kami hanya menyiapkan yang terbaik," lanjutnya.
Baca juga: Chelsea vs Villarreal Duel di Piala Super Eropa, 13 Ribu Penonton Boleh Saksiksan di Stadion
Baca juga: Rampung Dibangun, Aminullah Uji Lapangan Tenis Indoor Lambung, Kalahkan Regu PLN Aceh
Baca juga: Seorang Ibu Asal Aceh Timur Meninggal Disambar Petir Saat Bantu Suami Bersihkan Sawah
Baca juga: Arab Saudi Berencana Membuka Perjalanan Umrah, Pemerintah dan Asosiasi Utamakan Penanganan Covid-19
Pada hari yang sama, Anthony Sinisuka Ginting lolos ke semifinal tunggal putra, Sabtu (31/7).
Ginting terus menghidupkan asa Merah-Putih di sektor tunggal putra.
Ginting baru saja memastikan satu tiket semifinal usai mengatasi perlawanan pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen di perempatfinal.
Ginting menang dalam laga itu dengan rubber game ketat 21-18, 15-21, 21-18.
"Puji Tuhan hari ini saya bisa melewati pertandingan dengan lancar dan tanpa cedera. Juga saya bisa memastikan tiket semifinal. Rasanya sangat senang tapi lawan di semifinal akan tambah sulit dan saya harus segera bersiap ke sana," ucap Ginting.
"Di gim kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Lapangan itu menang angin jadi saya kurang bisa mengontrol arah bola. Di gim ketiga saat poin kritis, Anders sempat memimpin poin. Saat itu saya mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih menekan dan menyerang ternyata berhasil. Saya rasa itu kunci kemenangan saya," jelasnya.
Ginting mengaku mencoba untuk tidak terlalu memikirkan banyak hal, ia hanya mau menikmati semua momen yang ia lewati di Olimpiade.
Ginting juga merasa lolos ke semifinal adalah sesuatu yang sangat berarti.
"Saya tidak memikirkan banyak hal, saya hanya mencoba untuk menikmati setiap momen, setiap pertandingan dan memberikan yang terbaik," ungkap Ginting.
"Lolos ke semifinal Olimpiade benar-benar sangat berarti bagi saya, karena ini (Olimpiade) adalah salah satu mimpi saya," ujarnya lagi.
Di babak empat besar, Ginting akan bertanding melawan pebulu tangkis China, Chen Long yang menang atas wakil Taiwan, Chou Tien Chen.
Pertandingan semifinal tunggal putra akan digelar hari ini, Minggu (1/8) pukul 11:50 WIB.
Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus mengakui keunggulan ganda Malaysia, Aaron Chia/Wooi Yik Soh dalam pertandingan perebutan medali perunggu.
Hendra/Ahsan takluk dengan skor 21-17, 17-21, dan 14-21.
Dari cabang atletik, sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, gagal melaju ke babak semifinal nomor lari 100 meter putra Olimpiade Tokyo.
Ia hanya menempati posisi kelima dari delapan pelari dengan mencatatkan waktu 10,26 detik.
Zohri bertanding pada heat 4.
Hanya tiga pelari tercepat dari masing-masing heat yang akan melaju ke babak semifinal.
Dari cabang olahraga menembak, satu-satunya wakil Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, tidak berhasil lolos ke final seusai menempati urutan terakhir pada kualifikasi.
Vidya Rafika turun pada dua nomor pertandingan cabor menembak di Olimpiade Tokyo 2020, yakni 10m Women's Air Rifle dan Women's 50m Rifle Three Positions.
Namun, atlet menembak asal Depok, Jawa Barat, itu tidak berhasil lolos kualifikasi pada kedua nomor tersebut.
Bertanding di Asaka Shooting Range, Jepang, Vidya menorehkan skor 1.137 sehingga harus puas menempati peringkat ke-37. (*)
Baca juga: VIDEO - Turki Dilanda Kebakaran Hutan di 41 Wilayah Berbeda
Baca juga: VIDEO - Video Mobil Rescue Tabrak Pesepeda di Makassar, Begini Kondisi Korban
Baca juga: VIDEO Harga Dagangan Rp 25 Ribu Ditawari Rp 300 Ribu, Bapak Ini Tak Kuasa Menahan Tangis
Baca juga: VIDEO Kisah Persahabatan Kuli Bangunan dan Prajurit TNI AD, Jendral Andika Perkasa Bangga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ganda-putri-indonesia-greysia-poliiapriyani-rahayu-melakuakan-selebrasi.jpg)