5 Tersangka Penyiram Air Keras Terhadap Wartawan di Medan Ditangkap, Ini Identitas dan Peran Mereka
Polrestabes Medan menggelar rilis kasus penyiraman air keras terhadap wartawan bernama Persada Sembiring, Senin (2/8/2021).
Sebelumnya diinformasikan Persada disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Jamin Ginting Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (25/7/2021) malam.
Akibatnya pria yang juga menjabat sebagai pemimpin redaksi (Pemred) di media jelajahperkara.com tersebut harus dirawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik dengan wajah dibungkus perban.
Rekan korban Bonni Simanulang yang dipanggil korban seusai kejadian, menceritakan kronologis kejadian penyiraman air keras tersebut.
Dikatakan Bonni, Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, korban Persada Sembiring menelepon dirinya untuk meminta agar datang ke lokasi kejadian tepatnya di depan Rumah Makan BPK Tesalonika, Medan.
Bonni mengatakan berdasarkan informasi dari korban, bahwa dirinya memiliki janji bertemu dengan seseorang berinisial HST di Simpang Selayang.
Setibanya di lokasi pertemuan, korban turun dari sepeda motornya dan menunggu di pinggir jalan.
"Namun HST belum tiba di lokasi. Berselang beberapa waktu, tiba-tiba datang 2 orang pria mendekat dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion tanpa berbicara apapun, salah- satu dari pria itu turun dari motornya dan langsung menyiramkan air keras ke bagian wajahnya korban," bebernya.
Baca juga: Pimpinan Umum Media Online di Medan Disiram Air Keras Oleh OTK, Wajah Korban Melepuh
Baca juga: Disiram Air Keras oleh OTK, Mata Wartawan di Medan Alami Peradangan, Wajah Masih Diperban
Mata Korban Alami Peradangan, Wajah Masih Diperban

Persada Bhayangkara Sembiring, pimpinan umum media online di Medan jadi korban penganiayaan.
Persada Bhayangkara Sembiring disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
Akibat kejadian itu, wajahnya kini melepuh hingga dirawat di rumah sakit.
Kini kondisi mata wartawan media online di Kota Medan, Persada Bhayangkara Sembiring (25) yang disiram air keras mengalami peradangan.
Korban telah selesai menjalani operasi debridement di RSUP Haji Adam Malik pada pukul 07.00 WIB pada, Senin (26/7/2021).
Hal ini disampaikan Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak bahwa ketajaman mata korban dalam batas normal.
"Saat ini matanya ada peradangan. Tajam penglihatan masih dalam batas normal. Pasien tetap dalam pemantauan dokter mata," bebernya, Selasa (27/7/2021).