5 Tersangka Penyiram Air Keras Terhadap Wartawan di Medan Ditangkap, Ini Identitas dan Peran Mereka
Polrestabes Medan menggelar rilis kasus penyiraman air keras terhadap wartawan bernama Persada Sembiring, Senin (2/8/2021).
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Polisi berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap wartawan Persada Bhayangkara Sembiring.
Korban Persada Bhayangkara Sembiring, pimpinan umum media online di Medan jadi korban penyiraman air keras hingga wajahnya melepuh.
Terkait kasus ini, polisi telah mengamankan lima orang pria diduga sebagai tersangka.
Polrestabes Medan menggelar rilis kasus penyiraman air keras terhadap wartawan bernama Persada Sembiring, Senin (2/8/2021).
"Iya benar hari ini ada paparan untuk kasus penyiraman air keras kepada wartawan," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Lunggak Putra kepada Tribun Medan.
Amatan Tribun Medan di lapangan Mako Polrestabes Medan, telah terlihat sejumlah barang bukti diletakkan di atas meja.
Ada pun dari rilis pers yang tertera di dinding pengumuman, ada lima orang yang ditangkap Polrestabes Medan terkait kasus tersebut.
Di antaranya :
1. Sempurna Sembiring sebagai otak pelaku penyiraman (41).
Tinggal di Jalan Petunia II Namo Gajah Desa Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan.
2. Usman Agus sebagai Joki (50), berkediaman di Kampung Sawah Desa Jaya Loka Kecamatan Tebing tinggi Kabupaten Lawang Sumsel.
3. Heri Sanjaya Tarigan sebagai pengondisi waktu dan tempat pertemuan dengan korban (36), Lingkungan II Namogajah Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan
4. Narkis sebagai eksekutor/pelaku penyiraman air keras, Datuk Kabu Pasar III, Wakil Ketua Anak Ranting Pasar Rame Pemuda Pancasila
5. Iskandar Indra Buana sebagai perekrut dan pencari eksekutor, Jalan Bunga Kardiol Kelurahan Padang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan.

Adapun perencanaan awal penyiraman keras di samping rumah dekat kandang ayam milik tersangka Sempurna Sembiring di jalan Petunia 8 Desa Namo Gajah Mada, Kecamatan Medan Tuntungan.
Sebelumnya diinformasikan Persada disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Jamin Ginting Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (25/7/2021) malam.
Akibatnya pria yang juga menjabat sebagai pemimpin redaksi (Pemred) di media jelajahperkara.com tersebut harus dirawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik dengan wajah dibungkus perban.
Rekan korban Bonni Simanulang yang dipanggil korban seusai kejadian, menceritakan kronologis kejadian penyiraman air keras tersebut.
Dikatakan Bonni, Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, korban Persada Sembiring menelepon dirinya untuk meminta agar datang ke lokasi kejadian tepatnya di depan Rumah Makan BPK Tesalonika, Medan.
Bonni mengatakan berdasarkan informasi dari korban, bahwa dirinya memiliki janji bertemu dengan seseorang berinisial HST di Simpang Selayang.
Setibanya di lokasi pertemuan, korban turun dari sepeda motornya dan menunggu di pinggir jalan.
"Namun HST belum tiba di lokasi. Berselang beberapa waktu, tiba-tiba datang 2 orang pria mendekat dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion tanpa berbicara apapun, salah- satu dari pria itu turun dari motornya dan langsung menyiramkan air keras ke bagian wajahnya korban," bebernya.
Baca juga: Pimpinan Umum Media Online di Medan Disiram Air Keras Oleh OTK, Wajah Korban Melepuh
Baca juga: Disiram Air Keras oleh OTK, Mata Wartawan di Medan Alami Peradangan, Wajah Masih Diperban
Mata Korban Alami Peradangan, Wajah Masih Diperban

Persada Bhayangkara Sembiring, pimpinan umum media online di Medan jadi korban penganiayaan.
Persada Bhayangkara Sembiring disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
Akibat kejadian itu, wajahnya kini melepuh hingga dirawat di rumah sakit.
Kini kondisi mata wartawan media online di Kota Medan, Persada Bhayangkara Sembiring (25) yang disiram air keras mengalami peradangan.
Korban telah selesai menjalani operasi debridement di RSUP Haji Adam Malik pada pukul 07.00 WIB pada, Senin (26/7/2021).
Hal ini disampaikan Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak bahwa ketajaman mata korban dalam batas normal.
"Saat ini matanya ada peradangan. Tajam penglihatan masih dalam batas normal. Pasien tetap dalam pemantauan dokter mata," bebernya, Selasa (27/7/2021).
Ia menyebutkan bahwa pascadioperasi selama 3,5 jam, kondisi korban Persada Sembiring tengah stabil dan sudah sadarkan diri.
"Kondisi pascaoperasi stabil, sadar dan haemodinamik saat ini bagus," jelasnya.
Hemodinamik adalah aliran darah dalam sistem peredaran tubuh, baik melalui sirkulasi magna (sirkulasi besar) maupun sirkulasi parva (sirkulasi dalam paru paru).
Dalam kondisi normal, hemodinamik akan selalu dipertahankan dalam kondisi yang fisiologis dengan kontrol neurohormonal.
Ia menyebutkan bahwa bagian wajah korban sudah dilakukan bedah plastik akibat terkena air keras.
"Sejauh ini masih bedah plastik rawat bersama dengan mata. Sekarang lagi di ruang rawat intensif unit luka bakar," tuturnua.
Saat ini korban tengah sulit berbicara akibat wajahnya masih diperban.
"Bagian wajah masih diperban, jadi sulit lah berbicara," bebernya.
Baca juga: Pelaku Vandalisme Masjid Bersejarah di Aceh Tamiang Diserahkan Keluarga ke Polisi
Baca juga: Gara-gara Melamun, Aura Kasih tak Sadar Sodorkan Makanan Kucing ke Mulut Anaknya
Baca juga: Janda 17 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan, Diduga Depresi Ditinggal Suami
Tribun-Medan.com dengan judul DAFTAR 5 Tersangka yang Diamankan terkait Penyiraman Air Keras terhadap Wartawan Persada Sembiring