Minggu, 3 Mei 2026

Nelayan Hilang

Cuaca Cerah Pencarian Nelayan Hilang di Aceh Singkil Hari Ketiga Diperluas

Pencarian nelayan hilang setidaknya dilakukan empat kapal dengan melibatkan tim gabungan Satgas SAR Kepulauan Banyak, TNI, Polri, BPBD, nelayan dan re

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/dok Yudistira
Tim gabungan melakukan pencarian nelayan Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, yang hilang, Senin (2/8/2021). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca pada hari ketiga, pencarian nelayan asal Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, yang hilang di laut diperluas karena cuaca cerah, Senin (2/8/2021).

Hingga ke Pulau Dundun yang berjarak sekitar 50 mil dari Pulauan Banyak.

"Kami sudah di Dundun dan menyusur ke pinggir, cuaca cerah," kata Sekretaris Satgas SAR Kepulauan Banyak, Yudistira melalui layanan WhatsApp.

Dua nelayan yang hilang Zakaria (68) dan Syafrizal (39). Mereka berangkat melaut 30 Juli lalu.

Pencarian nelayan hilang setidaknya dilakukan empat kapal dengan melibatkan tim gabungan Satgas SAR Kepulauan Banyak, TNI, Polri, BPBD, nelayan dan relawan.

Armada yang diturunkan salah satunya kapal pukat cincin agar lebih tahan dari cuaca buruk.

Tiga tim lagi menggunakan armada speed boat.

Berlomba dengan Waktu, Tim Pencari Nelayan Hilang di Aceh Singkil Bergerak Jelang Subuh

Regu pencarian melakukan penulusuran sesuai arah arus air laut saat malam nelayan hilang.

Sayangnya hingga pukul 14.00 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

"Tim BPBD bersama Satpolair Polres Aceh Singkil, melakukan pencarian dengan menyisir dari arah Singkil," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, M Rismanuddin.

Sebagaimana diketahui dua nelayan asal Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, hilang kontak sejak pergi melaut, Jumat (30/7/2021).

Kedua nelayan tersebut Zakaria (68) dan Syafrizal (39). Mereka berangakat melaut menggunkan perahu kayu.

Belum pulangnya dua nelayan membuat cemas keluarga. Sebab, saat malam kejadian turun badai berupa hujan disertai angin yang memicu terjadinya gelombang tinggi.

Tim Pencari Nelayan Hilang di Aceh Singkil Temukan Life Jacket Bertuliskan Dishub Aceh

Biasanya nelayan pergi melelaut sore lantas pulang malam.

Kecemasan kian bertambah, lantaran diketahui hanya sedikit membawa perbekalan makan.

Nahasnya lagi Zakaria dan Syafrizal tidak membawa telpon seluler. Sehingga keberadaanya sulit terlacak.

"Pada hari Jumat 30 Juli 2021 sekira pukul 17.30 WIB, kedua nelayan berangkat melaut malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, turun badai dengan cuaca angin kencang dan hujan deras," kata Yudistira Satgas Search dan Rescue (SAR) Kepulauan Banyak.(*)

Baca juga: Adik Kim Jong Un Warning Pemimpin Korea Selatan Agar Tidak Latihan Militer Dengan AS

Baca juga: Usus Pria Ini Robek Digigit Belut hingga Teriak Histeris, Mengaku Dimasukkan Melalui Dubur

Baca juga: Wajib Tahu! Simak 9 Cara Efektif Membersihkan Paru-paru, Penting bagi Perokok

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved