Senin, 20 April 2026

Internasional

Presiden Prancis Galang Bantuan Internasional untuk Akhiri Krisis Lebanon

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (4/8/2021) berusaha mengumpulkan 350 juta dolar AS berupa bantuan darurat untuk Lebanon.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Prancis, Emmanuel Macron 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (4/8/2021) berusaha mengumpulkan 350 juta dolar AS berupa bantuan darurat untuk Lebanon.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi donor yang diadakan pada ulang tahun pertama ledakan besar yang memusnahkan sebagian Beirut.

Prancis mengatakan konferensi video diselenggarakan bersama oleh Macron dan Ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Dilansir AFP, masyarakat internasional harus mengumpulkan $ 357 juta, sekitar Rp 5,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak rakyat Lebanon.

Khususnya dalam hal makanan, kesehatan, air bersih dan pendidikan.

“Satu tahun setelah tragedi itu, Lebanon dapat terus mengandalkan solidaritas Prancis,” cuit Macron menjelang pertemuan virtual itu.

Ledakan 4 Agustus 2020 di pelabuhan Beirut menewaskan sedikitnya 214 orang, membuat trauma bangsa.

Bahkan, menjerumuskan ekonomi Lebanon yang sudah tersendat lebih dekat ke ambang kehancuran.

Bahan bakar, obat-obatan dan makanan semuanya semakin langka.

Baca juga: Dua Rumah Sakit Umum Tutup di Lebanon, Krisis Dana, Obat-obatan dan Gaji

Tetapi pertengkaran antara partai-partai politik Lebanon telah menghambat pembentukan pemerintahan baru, menunda bailout internasional yang sangat dibutuhkan.

Presiden AS Joe Biden, Presiden Mesir Abdel-Fatah El-Sisi dan Presiden Lebanon sendiri Michel Aoun akan menjadi salah satu peserta dari 40 negara dan organisasi multilateral.

Termasuk Arab Saudi, Qatar dan Dana Moneter Internasional.

Setiap kali, para donor telah menjanjikan jutaan bantuan darurat.

Tetapi mensyarakatna rencana penyelamatan yang lebih luas pada politisi Lebanon untuk membentuk pemerintah yang berkomitmen mengatasi korupsi yang merajalela.

Lebanon telah tanpa pemerintah selama setahun terakhir.

Baca juga: Perdana Menteri Lebanon Siap Bentuk Pemerintahan Baru, Presiden Beri Sinyal Persetujuan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved