Kamis, 9 April 2026

Internasional

'Jangan Menguji Kami' Iran Peringatkan Ancaman Serangan Israel

Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras ke Israel yang telah memiliki rencana menyerang negaranya. Seorang pejabat terkemuka Iran memperingatkan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Poster Presiden Baru Iran, Ebrahim Raisi di Teheran, Iran. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras ke Israel yang telah memiliki rencana menyerang negaranya.

Seorang pejabat terkemuka Iran memperingatkan Israel tidak boleh melakukan operasi militer terhadap Iran.

Dia menegaskan negara-negara Timur Tengah saling mengancam, setelah serangan terhadap kapal tanker minyak yang dikelola Israel.

"Kami menyatakan ini dengan jelas, setiap tindakan bodoh terhadap Iran akan ditanggapi dengan keras," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh di Twitter

“Jangan menguji kami," tegasnya.

Dilansir AFP, Jumat (6/8/2021), Khatibzadeh menuduh pemerintah Israel melanggar hukum internasional dengan mengancam aksi militer terhadap Iran.

Baca juga: Menteri Pertahanan Israel Keluarkan Peringatan Keras, Siap Serang dan Gempur Iran

Para pejabat Israel telah mendesak negara-negara anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendukung tindakan diplomatik, ekonomi, bahkan militer.

Hal itu untuk menanggapi serangan pekan lalu yang menewaskan dua warga sipil di kapal tanker Mercer Street saat berlayar di perairan internasional.

“Kami tidak dapat menandai Iran sebagai masalah Israel semata dan membebaskan seluruh dunia dari masalah ini,” kata Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz kepada media Israel.

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid menyampaikan beberapa hal kepada sekelompok Duta Besar DK PBB dalam pertemuan Rabu (4/8/2021) yang berfokus pada Iran:

“Ini adalah kejahatan internasional."

"Jadi pertanyaan saya kepada Anda adalah, Apa yang akan dilakukan komunitas internasional tentang hal itu?

"Apakah masih ada yang namanya hukum internasional?

Dan apakah dunia memiliki kemampuan dan kemauan keras untuk menegakkan hukum?”

"Jika jawabannya adalah 'Ya,' dunia harus bertindak sekarang."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved