Selasa, 12 Mei 2026

Luar Negeri

Pasukan India Gerebek Puluhan Rumah Tokoh Jamaat-e-Islamic di Kashmir, Terbesar Sejak 2019

Pemerintah India telah melarang Jamaat-e-Islami pada Februari 2019, beberapa bulan sebelum mencabut otonomi kawasan dan menindak perlawanan anti-India

Tayang:
Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/WIKTOR SZYMANOWICZ
Anggota komunitas Kashmir Inggris melancarkan protes di luar Komisi Tinggi India, di London, Inggris Raya, Kamis 5 Agustus 2021, pada peringatan kedua perubahan status khusus Jammu Kashmir oleh pemerintah Narendra Modi. Para demonstran memprotes pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil Kashmir dan menyerukan penentuan nasib sendiri bagi rakyat negara bagian Jammu Kashmir yang dibagi antara Pakistan dan India. 

Saat ini sebagian besar wilayah ini dikuasai oleh India dan sebagian lagi oleh Pakistan.

Sepotong kecil Kashmir juga dipegang oleh Cina.

Sejak mereka dipartisi pada tahun 1947, India dan Pakistan telah berperang tiga kali, yaitu pada tahun 1948, 1965, dan 1971.

Dua dari tiga perang itu adalah untuk memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan, atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Menurut beberapa kelompok hak asasi manusia, ribuan orang telah tewas dalam konflik di wilayah tersebut sejak 1989.(Anadolu Agency)

Baca juga: Keluarga di Pakistan Minta Bantuan PBB, Bebaskan Pemimpin Separatis Kashmir di Penjara India

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved