Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Pasukan India Gerebek Puluhan Rumah Tokoh Jamaat-e-Islamic di Kashmir, Terbesar Sejak 2019

Pemerintah India telah melarang Jamaat-e-Islami pada Februari 2019, beberapa bulan sebelum mencabut otonomi kawasan dan menindak perlawanan anti-India

Tayang:
Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/WIKTOR SZYMANOWICZ
Anggota komunitas Kashmir Inggris melancarkan protes di luar Komisi Tinggi India, di London, Inggris Raya, Kamis 5 Agustus 2021, pada peringatan kedua perubahan status khusus Jammu Kashmir oleh pemerintah Narendra Modi. Para demonstran memprotes pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil Kashmir dan menyerukan penentuan nasib sendiri bagi rakyat negara bagian Jammu Kashmir yang dibagi antara Pakistan dan India. 

SERAMBINEWS.COM, SRINAGAR - Pasukan polisi dan tentara dari pasukan Polisi Cadangan Pusat paramiliter India, sejak Minggu (8/8/2021) pagi, melakukan puluhan penggerebekan terhadap kediaman tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan Jamaat-e-Islamic, organisasi keagamaan terbesar Jammu dan Kashmir.

Kantor Berita Turki, Anadolu Agency menulis, ini merupakan kegiatan penggerebekan terbesar yang terlihat sejak tahun 2019.

Penggerebekan dilakukan di sekitar 50 lokasi di 14 dari 20 distrik di kawasan Jammu dan Kashmir.

Polisi setempat dan tentara dari pasukan Polisi Cadangan Pusat paramiliter India didampingi oleh pejabat Badan Investigasi Nasional (NIA), yang sebagian besar diterbangkan dari New Delhi, kata seorang polisi setempat kepada Anadolu Agency dengan syarat anonim.

Meskipun mengatakan dia tidak tahu kasus di mana penggerebekan dilakukan, dia menambahkan bahwa itu tampaknya terkait dengan dugaan pendanaan teror.

Pemerintah India telah melarang Jamaat-e-Islami pada Februari 2019, beberapa bulan sebelum mencabut otonomi kawasan dan menindak perlawanan anti-India.

Pemerintah India mengklaim “kelompok itu diperkirakan akan meningkatkan gerakan pemisahan diri, mendukung militansi, dan menghasut kekerasan.”

Puluhan anggotanya dipenjara di seluruh India di bawah undang-undang penahanan preventif.

Salah satu anggotanya, Ghulam Mohammed Bhat, 65 tahun, meninggal di penjara di negara bagian Uttar Pradesh.

Penggerebekan pada hari Minggu adalah yang paling luas sejak penumpasan 2019 terhadap Jamaat-e-Islami.

Pada masa lalu, Jamaat-e-Islami, ikut serta dalam pemilihan umum di wilayah tersebut.

Tetapi setelah pemberontakan anti-India dimulai pada tahun 1990, kelompok ini menjadi bagian dari kepemimpinan politik yang lebih besar yang mengadvokasi hak untuk menentukan nasib sendiri menurut resolusi PBB tentang Kashmir.

Beberapa pemimpin dan aktivis Jamaat-e-Islami saat ini berada di berbagai penjara India atas tuduhan teror.

Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Kashmir India, Dua Polisi dan Dua Warga Sipil Tewas

Baca juga: Kisah Cinta Pemuda Kashmir India dan Perempuan Calon Dokter Asal Aceh, Bermula dari Inggris

Wilayah yang Disengketakan

Kashmir adalah sebuah wilayah yang telah sekian lama dipersengketakan oleh India dan Pakistan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved