Senin, 11 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Seluas 13 Hektare Hutan dan Lahan di Bener Meriah Kembali Terbakar

Keseluruhan luas hutan dan lahan yang terbakar di dua lokasi di Bener Meriah itu lebih kurang seluas 13 hektare.

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pendim BM
Personel TNI/Polri dan petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman api yang membakar hutan dan lahan di Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (7/8/2021). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bener Meriah, kembali terjadi pada, Sabtu (7/8/2021).

Kali ini, Karhutla terjadi di dua lokasi yaitu, di Kampung Mangku, Kecamatan Bandar dengan luas lahan yang terbakar lebih kurang 12 hektare.

Selanjutnya, di Kampung Bukit Samarena, Kecamatan Bukit dengan luas lahan lebih kurang 1 hektare.

Keseluruhan luas hutan dan lahan yang terbakar di Bener Meriah di dua lokasi itu lebih kurang seluas 13 hektare.

Danramil 01/Bandar, Kapten inf Elvin Junaedi mengatakan, hutan dan lahan yang terbakar di dua lokasi tersebut umumnya ditumbuhi pohon pinus. 

“Untuk penyebab karhutla di dua lokasi itu belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Danramil.

Lanjutnya, namun diduga lahan tersebut sengaja dibakar oleh masyarakat yang akan membuka lahan kebun.

Baca juga: Empat Rumah Terbakar di Seulimuem Aceh Besar

Baca juga: Win Simahgoda Capai 100 Ribu Subscribers, Peroleh Penghargaan Silver Play Button dari Youtube

Baca juga: Mantan Koruptor Emir Moeis Jabat Komisaris BUMN Tuai Pro Konta, DPR Sebut Tak Langgar Aturan

Mengetahui adanya kebakaran itu, personel Babinsa TNI jajaran Kodim 0119/BM bersama Polsek setempat turut membantu petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman titik api di lokasi.

"Saat ini musim kemarau dan angin kencang, apabila terjadi kebakaran maka api mudah cepat merambat, begitu pun lokasi daerah pegunungan membuat petugas kesulitan saat memadamkan api,” sebut Danramil.

Namun, setelah 5 Jam lebih berjibaku, baru berhasil titik api dipadamkan, itupun dengan alat seadanya, terangnya.

Kapten inf Elvin Junaedi menambahkan, pihaknya mendukung penuh Kepolisian dalam mengusut kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang diduga sengaja dibakar oleh oknum tertentu.

Sebab apabila tidak ditegaskan, dikhawatirkan akan terulang kembali. Dampak dari karhutla dapat kerugian yang besar, selain merusak lahan dan ekosistem, serta berpengaruh buat kesehatan dan dapat menyebabkan terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor, pungkas Danramil.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved