Kisah Inspiratif
Satu-satunya Putra Aceh Kerja di Facebook, Jabat Manager Se-Asia Pasifik, Siapa Dia? Begini Kisahnya
Tak tanggung-tanggung, Putra Aceh yang masa kecilnya di Banda Aceh dan Aceh Besar tersebut dipercayakan sebagai Manager Ekosistem Konektivitas Faceboo
Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
Saat ditanya apakah Ia sering jumpa dengan Mark Zuckerberg selaku pendiri Facebook? Aulia menjawab sambil tersenyum.
"Ya kita kadang meeting dengan pimpinan-pimpinan, menyusun program dengan tim global," kata dia.
Sebagai Manager Ekosistem Konektivitas Facebook Asia Pasisifk, Aulia bertanggung jawab menjaga kawasan Asia Pasifik, seperti Jepang, Australia, Indonesia, Australia, negara Asia Timur, China, Jepang, Korea, dan lain-lain.
Salah satu pekerjaannya, yakni berkunjung ke berbagai negara dan membangun kemitraan.
Baca juga: Pengiklan Boikot Facebook, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp 102 Triliun
"Pekerjaan itu posisi untuk konektiviti ekosistem. Misi kita mengkoneksi orang-orang yang belum terkoneksi. Di dunia 3,5 miliar orang sudah terkoneksi, tapi setengah dari populasi dunia itu belum terkoneksi.
Koneksinya belum bagus. Kita ingin mengakselerasi untuk dapat konektivitas yang lebih bagus. Kita bangun konektivitas dengan bagus agar orang-orang yang belum dalam konetivitas bisa merasakan," katanya.
Saat ini, lanjutnya, di era teknologi 4.0, kebutuhan terhadap digital tidak bisa dinafikan. Oleh karena itu, Facebook ingin terus mengoneksi orang-orang di muka bumi dengan aplikasi dan konektivitas yang mereka miliki.
Ditanya Serambinews.com, apakah ada peluang bagi putra-putri Aceh lainnya untuk bisa berkarier di Facebook dan apa sebenarnya motivasi untuk menggapai cita-cita karier seperti Aulia?
"Yang paling penting adalah pengalaman. Tapi yang paling penting lagi punya mimpi. Jangan takut, jangan merasa tidak bisa. Motivasi, mimpi, usaha, berdoa, itu yang harus ada.
Saya rasa tidak sulit juga ketika kita sudah masuk ke tahap itu kita juga bisa bersaing dengan siapapun," ungkapnya.
Lalu, apa benefit yang Ia peroleh saat ini dengan bekerja di perusahaan media sosial raksasa dunia itu?
"Pengalaman tentunya, itu penting sekali. Kita bisa bergaul dengan orang-orang yang dari background berbeda, menambah wawasan dan cara pandang. Itu yang saya dapat," katanya.
Ia juga mengungkapkan, bekerja di Facebook sesuai dengan motto, bahwa Facebook membudayakan konektivitas dengan siapapun.
"Facebook itu sangat terbuka, budaya sosialnya dibangunkan. Di sana nggak nampak kelas-kelas. Open, membentuk paradigma baru, kita dibuat lebih berani dalam melakukan sesuatu dan terus berinovasi tanpa takut salah," ungkapnya.
Pulang ke Aceh
Aulia sudah berada di Aceh kurang lebih hampir dua tahun, dia terpaksa harus bekerja dari sini karena pandemi Covid-19.
Biasanya, setiap tahun Aulia selalu pulang ke Aceh saat Lebaran Idul Fitri karena orang tuanya masih di Aceh.
Biasanya cuma hari raya pulang karena orang tua di sini. Ini gara-gara covid sudah satu tahun setengah, tapi hikmahnya saya juga bawa pulang keluarga ke sini," kata dia.
Aulia beristrikan putri asli Aceh, tepatnya dari Sigli. Keduanya telah dikaruniai empat anak, dua di antaranya kembar.
Selama ini sejak dua tahun terakhir, mereka tinggal di Singapura.
"Jadi anak dan istri ikut saya, kita pindah ke Singapura tahun 2018. Pas covid keadaan belum bisa diprediksi, kita kerja di rumah," katanya.
Saat ini, dia merasa sangat nyaman dan betah berada di Aceh, konon lagi anak-anaknya bisa merasakan bagaimana tinggal di kampung orang tuanya.
"Hikmahnya ya itu, bisa kumpul dengan keluarga, bisa bareng teman-teman lama," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/putra-aceh-kerja-di-facebook.jpg)