Jumat, 15 Mei 2026

Kisah Inspiratif

Satu-satunya Putra Aceh Kerja di Facebook, Jabat Manager Se-Asia Pasifik, Siapa Dia? Begini Kisahnya

Tak tanggung-tanggung, Putra Aceh yang masa kecilnya di Banda Aceh dan Aceh Besar tersebut dipercayakan sebagai Manager Ekosistem Konektivitas Faceboo

Tayang:
Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/ SUBUR DANI
Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur berbincang bersama Manager Ekosistem Konektivitas Facebook kawasan Asia Pasifik, Aulia Velmi di Kantor Serambi Indonesia, Banda Aceh, Senin (9/8/2021) 

Setahun setelah ia lahir, mereka sekeluarga kembali ke Aceh.

Aulia kemudian hidup di Aceh, bahkan sekolah dasar, menengah pertama, dan sekolah menengah atas di Aceh.

"Saya dulu SD 21 Banda Aceh, di Kampung Mulia. Sekarang sudah gak ada lagi, sudah digabung dengan SD 20.

Dulu pernah tinggal di Kampung Laksana, sebelum pindah ke Ketapang. Kemudian SMP 1 Banda Aceh di Blangpadang dan SMA 3 juga di Banda Aceh," katanya kepada Pemimpin Redaksi Zainal Arifin.

Baca juga: Pria Tuna Rungu Meninggal Ditabrak, Keluarga Tahu dari Kabar di Facebook, Jenazah Dijemput Istri

Setelah selesai pendidikan formal, Aulia langsung kuliah di negeri jiran Malaysia untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Ia diterima sebagai mahasiswa pada tahun 2000 di University Kebangsaan Malaysia dan memilih jurusan Elektrik , Elektronik, dan Sistem.

"Tapi saya kebetulan juga fokus pada telekomunikasi jaringan dan infrastrukturmya. Kalau di telekomunikasi di networking data  komunikasi sistem satelit, seluler, dan lain-lain," katanya. 

Aulia termasuk pribadi yang sangat visioner kala itu, dia bisa melihat jauh ke masa depan dengan mengambil jurusan tersebut.

Dari sanalah Aulia meniti karier hebatnya, minat dia dalam ilmu tentang jaringan infrastruktur itu membawanya hingga berkantor di Facebook saat ini.

Memang, lulusan-lulusan seperti Aulia kini kini diincar banyak perusahaan telekomunikasi dunia, termasuk layananan media sosial seperti Facebook yang terus memperkuat konektivitas di semua negara.

Baca juga: Donald Trump Telepon Mark Zuckerberg, Akun Facebook Miliknya Minta Dibuka Lagi

"Minat saya saat itu ingin mempelajari hal baru, karena tahun 2000 itu telekomunikasi masih baru sekali. Jadi pengen coba hal itu, pengen belajar saja," kata dia.

Dia menyelesaikan kuliah S1-nya selama empat tahun, kemudian melanjutkan S2 di kampus yang sama.

Setelah menamatkan S2, Aulia kemudian hijrah ke Jakarta.

Di Jakarta Ia langsung bekerja pada perusahaan Huawei yang kala itu baru beroperasi di Indonesia.

"Kantornya di Jenderal Sudirman. Waktu itu masa awal Huawei, kantornya masih satu tingkat sekitar tahun 2007. Huawei itu penyedia perangkat telekomunikasi bukan hanya device, tapi juga infrastruktur jaringan," katanya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved