Kamis, 28 Mei 2026

Internasional

Israel Segera Bangun 2.000 Unit Rumah Baru Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Israel akan segera membangun 2.000 unti rumah baru untuk pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Sumber-sumber pertahanan Israel, Kamis (12/8/2021

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Pemukiman Yahudi Ma'ale Efrayim di Lembah Jordan, Tepi Barat, Palestina pada 30 Juni 2020. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Israel akan segera membangun 2.000 unti rumah baru untuk pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.

Sumber-sumber pertahanan Israel kepada AFP, Kamis (12/8/2021) mengatakan ada tentangan dari anggota koalisi pemerintahan yang dovish.

Palestina dengan cepat mengutuk rencana perluasan pemukiman terbaru, yang pertama dari pemerintahan Perdana Menteri Naftali Bennett.

Sebuah sumber keamanan kepada AFP mengatakan izin untuk pemukiman Yahudi akan segera datang.

Bersamaan dengan persetujuan untuk ratusan rumah Palestina di petak besar Tepi Barat yang dikenal sebagai Area C.

Tempat Israel menjalankan kontrol militer dan perencanaan.

Baca juga: VIDEO - Bentrokan Warga Palestina dengan Pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah Yerusalem

"Ada harapan untuk menyetujui sekitar 1.000 unit rumah untuk warga Palestina di Area C minggu depan dan 2.000 unit rumah di komunitas Yahudi," kata sumber tersebut.

Kantor presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan penolakan dan kecaman keras terhadap rumah-rumah pemukim baru.

Dia mengatakan mereka bertentangan dengan posisi Amerika yang jelas yang diungkapkan Presiden Joe Biden dalam panggilan telepon dengan Abbas.

Biden dilaporkan akan bertemu dengan Bennett dalam waktu dekat, meskipun kantornya tidak menentukan tanggal.

Bennett, mantan direktur lobi pemukim Dewan Yesha, menghadapi kritik dari mitra dovish dalam koalisinya, serta dari pendukung pemukim Israel di oposisi.

Israel merebut Tepi Barat dan Jerusalem timur dari Jordania pada tahun 1967.

Baca juga: PBB Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur,

Sejak itu, hampir 700.000 orang Israel telah pindah ke pemukiman yang sebagian besar masyarakat internasional anggap ilegal.

Palestina berharap wilayah itu akan menjadi bagian dari negara masa depan.

Tujuh anggota parlemen dari partai Meretz yang dovish, tiga di antaranya, menulis kepada Menteri Pertahanan Benny Gantz menentang persetujuan lebih banyak rumah untuk pemukim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved