Senin, 18 Mei 2026

Internasional

AS dan Sekutunya Kirim Ribuan Tentara ke Afghanistan, Lindungi Penarikan Diplomat

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, seperti Inggris dan Kanada mengirim ribuan tentara ke Afghanistan. Karena, dengan keamanan yang memburuk dengan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/ROB ELLIOTT/File
Marinir memasang kawat berduri untuk mengamankan dinding Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan pada 11 Januari 2002. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, seperti Inggris dan Kanada mengirim ribuan tentara ke Afghanistan.

Karena, dengan keamanan yang memburuk dengan cepat, Amerika Serikat berencana mengirim 3.000 tentara.

Tetapi, untuk membantu mengevakuasi para diplomatnya dari Kedutaan Besar AS di Kabul.

Secara terpisah, Inggris mengatakan sekitar 600 tentara akan dikerahkan dalam jangka pendek.

Dengan tujuan mendukung warga negara Inggris yang meninggalkan negara itu.

Baca juga: Tentara Pakistan Bentrok dengan Demonstran Afghanistan di Perbatasan, Satu Pria Tewas Saat Menunggu

Kanada juga mengirim pasukan khusus untuk membantu mengevakuasi para diplomatnya di kedutaannya.

Ribuan warga Afghanistan telah meninggalkan rumah mereka di tengah kekhawatiran Taliban akan kembali memaksakan pemerintahan yang brutal dan represif.

Selain, menghilangkan hak-hak perempuan dan melakukan eksekusi di depan umum.

Pembicaraan damai di Qatar tetap terhenti, meskipun para diplomat masih bertemu.

Karena AS, negara-negara Eropa dan Asia memperingatkan setiap pemerintah yang dibentuk dengan kekerasan akan ditolak.

Baca juga: Jenderal Muda Afghanistan Tingkatkan Reputasinya Melawan Taliban di Medan Perang

“Kami menuntut segera diakhirinya serangan terhadap kota-kota dan mendesak penyelesaian politik," kata Zalmay Khalilzad, utusan AS untuk pembicaraan tersebut.

Di memperingatkan pemerintah yang dipaksakan akan menjadi negara paria.

Penilaian intelijen militer AS terbaru menunjukkan Kabul bisa berada di bawah tekanan pemberontak dalam waktu 30 hari dan bahwa, jika tren saat ini bertahan.

Taliban bisa mendapatkan kendali penuh atas negara itu dalam beberapa bulan.

Pemerintah Afghanistan mungkin terpaksa mundur untuk mempertahankan ibu kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved