Kesehatan Menurun hingga Dilarikan ke RS
Berpulangnya Prof Drs Farid Wajdi Ibrahim MA, secara tiba-tiba meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat Aceh, terutama anggota keluarga
Berpulangnya Prof Drs Farid Wajdi Ibrahim MA, secara tiba-tiba meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat Aceh, terutama anggota keluarga, sahabat, dan kolega almarhum. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, sang intelektual kampus Universitas Islam negeri (UIN) Ar Raniry, ini masih menjalankan akitivitasnya sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA).
Farid Wajdi belakangan ini memang disibukkan dengan menghadiri beberapa pertemuan dan acara terkait dengan lembaga yang dipimpinnya. Selain sebagai tokoh adat, Prof Farid Wajdi juga akrab dengan berbagai kalangan masyarakat. Karena itu, tak heran bila almarhum semasa hidupnya banyak mendapat undangan dari sejumlah pihak/lembaga maupun pengurus masjid untuk menjadi khatib Jumat, atau penceramah pada peringatan hari-hari besar Islam.
Bahkan, informasinya jadwal khatib Hari Raya yang akan diisi oleh Prof Farid Wajdi sudah terisi penuh hingga 2024 mendatang. Sedangkan khatib Jumat sudah terisi hingga tahun depan. Hal itu terlihat dari postingan anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah, yang membeberkan jadwal Prof Farid Wajdi.
Selain dikenal sebagai sosok yang tegas dalam berbagai ceramah atau khutbah, Prof Farid Wajdi juga sering tampil dengan suara lantang dalam aksi membela umat Islam yang ditindas di berbagai belahan dunia. Dalam beberapa aksi bela Palestina yang diikuti Serambi, Prof Farid tampak selalu bergetar saat mengajak masyarakat Aceh membantu sebisa mungkin penderitaan umat Islam di sekitar Masjidil Aqsa, itu agar terbebas dari belenggu zionis Israel.
Pada Jumat (13/8/2021), kesehatan Prof Farid Wajdi mulai menurun, sehingga ia harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, Banda Aceh. Kabar meninggal Prof Farid Wajdi, yang awalnya beredar di beberapa grup WhatsApp (WA) bagai petir menggelar di siang hari. Untuk memastikan kebenaran pesan berantai itu, Serambi coba mengonfirmasi beberapa sahabat Prof Farid Wajdi dan dosen UIN Ar-Raniry.
Dari beberapa dosen, hanya Dr Syahminan MAg yang mengangkat telepon. Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry itu membenarkan bahwa Prof Farid Wajid meninggal dunia. "Iya benar, Prof ka geutinggai geutanyoe. Ban satnyoe di rumoh saket (Prof sudah meninggalkan kita, barusan di rumah sakit)," kata Syahminan.
Syahminan sendiri mengaku baru saja pulang dari menjenguk Prof Farid yang dikabarkan dirawat di RSUD Meuraxa sejak Jumat (13/8/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. "Lon chit ban lon woe nyo, bunoe loen jak u rumoh saket han dibi tamong (Saya memang baru pulang ini, tadi saya pergi ke rumah sakit tidak dikasih masuk)," timpalnya.
Ahli ilmu Balaghah di UIN Ar-Raniry tersebut mengatakan, sejak beberapa hari terkahir, Prof Farid memang sedang dalam kondisi kurang sehat. Tadi malam, sambung Syahminan, Prof Farid Wajdi dibawa ke RSUD Meuraxa. "Semalam (Jumat malam-red) masuk IGD, tadi pukul 11 (kemarin-red) masuk ruang Pinere. Barusan, saya terima kabar beliau sudah meninggalkan kita, " ungkap Dr Syahminan yang juga tetangga dekat Prof Farid Wajdi.
Hingga berita ini diturunkan, Serambi belum mendapat konfirmasi dari keluarga atau pihak terkait lainnya apakah Prof Farid Wajdi Ibrahim meninggal dunia karena Covid-19 atau bukan. Namun, dari penjelasan Dr Syahminan yang menyebutkan bahwa Prof Farid Wajdi sempat dirawat di Ruang Pinere, sepertinya benar almarhum positif Covid-19.
Bahkan, tambah Syahminan, beberapa waktu lalu Prof Farid Wajdi sempat berangkat ke Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya). "Mungken di sideh beliau keunong. Teuntee tanyoe sangat berduka ateuh kabar nyoe. (Mungkin di sana beliau kena. Tentu kita sangat berduka atas kabar ini). Innalillahi wainna ilaihi rajiun," tutup Dr Syahminan.
Terpisah, mantan Kadis Syariat Islam Aceh yang juga kolega almarhum, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, mengatakan, almarhum Prof Farid Wajdi sejak dua hari lalu berada dalam kondisi seperti sedikit letih. Namun, menurutnya, Prof Farid Wajid, terus melakoni tugas harian yang jadwalnya cukup padat.
“Kemarin, beliau sudah tak hadir dalam beberapa acara yang seharusnya sudah masuk agenda. Belakangan kami mendengar beliau sudah masuk rumah sakit,” kata Prof Sahrizal yang juga Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh Syariah, itu. (dan)