Rabu, 15 April 2026

Internasional

Presiden Afghanistan Melarikan Diri ke Luar Negeri

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah melarikan diri ke luar negeri pada Minggu (15/8/2021). Kepergian Ashraf Ghani ke luar negeri diakui oleh dua

Editor: M Nur Pakar
AFP/Kantor Pers Presiden Afghanistan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (tengah) tiba di Mazar-i-Sharif yang disambut oleh para petinggi militer, Rabu (11/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah melarikan diri ke luar negeri pada Minggu (15/8/2021).

Kepergian Ashraf Ghani ke luar negeri diakui oleh dua pejabat Afghanistan kepada The Associated Press (AP).

Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk memberi pengarahan kepada wartawan.

Abdullah Abdullah, Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, kemudian mengkonfirmasi dalam sebuah video online bahwa Ghani telah pergi.

"Mantan presiden Afghanistan meninggalkan Afghanistan, meninggalkan negara itu dalam situasi sulit ini," katanya.

"Tuhan harus meminta pertanggungjawabannya," ujar Abdullah.

Baca juga: Presiden Afghanistan Berjanji Cegah Kekerasan Meletus di Kabul

Ghani tampak semakin terisolasi sebelum melarikan diri dari negara itu.

Panglima perang yang bernegosiasi dengannya hanya beberapa hari sebelumnya telah menyerah kepada Taliban.

Atau juga melarikan diri, meninggalkannya tanpa pilihan militer.

Negosiasi di Doha, Qatar, lokasi kantor Taliban, telah gagal menghentikan kemajuan para pemberontak.

Namun, penjabat Menteri Pertahanan Bismillah Khan berusaha meyakinkan publik bahwa Kabul akan tetap aman.

Taliban juga berusaha menenangkan penduduk ibukota.

Baca juga: Duta Besar Inggris Diterbangkan dari Kabul, Afghanistan

Bersikeras para pejuang mereka tidak akan memasuki rumah-rumah penduduk atau mengganggu bisnis.

Mereka juga mengatakan akan menawarkan amnesti kepada mereka yang bekerja denganpemerintah Afghanistan atau pasukan asing.

"Tidak ada nyawa, harta benda dan martabat yang akan dirugikan dan nyawa warga Kabul tidak akan terancam," kata Taliban dalam sebuah pernyataan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved