Breaking News:

Berita Bener Meriah

Kejari Bener Meriah Tahan Pengusaha Galian C, Setelah Terima Pelimpahan dari Polres, Ini Ancamannya

Tersangka dan barang bukti ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bener Meriah setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kejari Bener Meriah menahan tersangka dan mengamankan barang bukti tindak pidana pertambangan mineral dan batubara, di Kantor Kejari setempat, Senin (16/8/2021) 

Tersangka dan barang bukti ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bener Meriah setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri atau Kejari Bener Meriah menahan pengusaha galian C berinisial SA (62), Senin (16/8/2021). 

Pengusaha asal Bener Meriah itu ditahan terkait tindak pidana pertambangan mineral dan batubara.

Tersangka dan barang bukti ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bener Meriah setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

Selain tersangka, barang bukti yang diamankan di antaranya satu beko, satu set ayakan pasir, serta beberapa dokumen izin lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bener Meriah, Agus Suroto SH MH, mengatakan JPU yang menangani perkara ini Ahmad Lutfi, SH dan Widi Utomo, SH. 

Baca juga: Polres Aceh Jaya Sebut Kasus Galian C Ilegal Masih Dalam Penyelidikan, Kabag Ops: Ditangani Reskrim

Baca juga: GeRAK Akan Surati Komisi III DPR RI dan Kapolri Lapor Kasus Galian C Ilegal di Aceh Jaya

Baca juga: GeRAK Minta Pelaku dan Backing Galian C Ilegal Ditangkap, DPRK Didesak Lapor ke Polda

“Benar, kita telah menahan tersangka SA (62) dan barang bukti yang diserahkan oleh pihak Polres Bener Meriah,” ujar Agus Suroto.

Menurutnya, tersangka ditahan di Rutan Polres Bener Meriah, dan selanjutnya baru berkas dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong untuk disidangkan.

“Tersangka dibidik melanggar Pasal 158 Jo Pasal 35 dari Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Ancaman pidana maksimal lima tahun penjara,” ungkap Agus Suroto.

Dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Dr Bustani, SH, MH, membenarkan informasi pihaknya telah menyerahkan tersangka, berkas, dan barang bukti perkara ini ke jaksa.

“Tadi sekitar pukul 15.00 WIB, kita telah melakukan penyerahan tahap II tersangka dan barang bukti ke JPU Kejari Bener Meriah,” ujar Iptu Bustani.

Menurunya, tersangka SA ini, melakukan galian C di luar koordinat atau izin yang telah diberikan. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved