Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Maskapai Besar Ubah Rute Penerbangan, Hindari Wilayah Udara Afghanistan

Maskapai-maskapai besar mengubah Rute Penerbangan untuk menghindari wilayah udara Afghanistan. Setelah Taliban menguasai istana presiden di Kabul dan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/WAKIL KOHSAR
Satu pesawat penumpang lepas landas dari Bandara Kabul, Afghanistan yang dijaga ketat oleh tentara AS, Senin (16/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Maskapai-maskapai besar mengubah Rute Penerbangan untuk menghindari wilayah udara Afghanistan.

Setelah Taliban menguasai istana presiden di Kabul dan pasukan pimpinan AS berangkat bersama negara-negara Barat bergegas pada Senin (16/8/2021) untuk mengevakuasi warganya.

Dilansir AFP, United Airlines dari AS, British Airwayy dari Inggris dan Virgin Atlantic mengatakan tidak menggunakan wilayah udara negara itu lagi.

Seorang juru bicara United mengatakan perubahan itu mempengaruhi beberapa penerbangan maskapai AS-ke-India.

Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan beberapa penerbangan komersial di atas Afghanistan pada pukul 0300 GMT pada Senin.

Tetapi banyak pesawat terbang di atas negara tetangga Pakistan dan Iran.

Baca juga: Menteri Luar Negeri AS Tolak Bandingkan Perang Afghanistan dengan Perang Vietnam

Maskapai dan pemerintah telah lebih memperhatikan risiko terbang di atas zona konflik dalam beberapa tahun terakhir setelah dua insiden mematikan yang melibatkan rudal permukaan-ke-udara.

Sebuah pesawat Malaysia Airlines ditembak jatuh di Ukraina timur pada tahun 2014, menewaskan semua 298 orang di dalamnya.

Sebuah jet Ukraina International Airlines ditembak jatuh oleh militer Iran pada tahun 2020, menewaskan semua 176 penumpang dan awak.

Administrasi Penerbangan Federal AS pada Juli memberlakukan pembatasan penerbangan baru di Afghanistan untuk maskapai AS dan operator AS lainnya.

FAA mengatakan penerbangan yang beroperasi di bawah 26.000 kaki dilarang di Kabul Flight Information Region.

Baca juga: Taliban Beri Jaminan Kedutaan Besar Rusia di Kabul, Ceko Evakuasi Staf dan Penterjemah

Sebagian besar mencakup Afghanistan, kecuali beroperasi di dalam dan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, dengan alasan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas militan.

Pembatasan tidak berlaku untuk operasi militer AS.

Negara-negara lain, termasuk Kanada, Inggris, Jerman, dan Prancis juga telah menyarankan maskapai penerbangan untuk mempertahankan ketinggian setidaknya 25.000 kaki di atas Afghanistan.

Penerbangan komersial yang akan mendarat di Afghanistan juga terpengaruh oleh kekacauan di darat.

Emirates telah menangguhkan penerbangan ke ibu kota Afghanistan, Kabul, hingga pemberitahuan lebih lanjut, kata maskapai itu di situs webnya.(*)

Baca juga: Sekjen PBB Khawatirkan Perlakuan Buruk Taliban Terhadap Kaum Perempuan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved