Sabtu, 2 Mei 2026

Taliban Mulai Pimpin Afghanistan, Ampuni Semua Pegawai Pemerintahan, Minta Semua Kembali Bekerja

Kelompok Taliban mengumumkan adanya amnesti massal kepada semua pegawai pemerintah Afghanistan, meminta mereka untuk tetap bekerja.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AP/Zabi Karimi
Satu anggota Taliban yang dikelilingi teman-temannya duduk di kursi Presiden Afghanistan di Kabul, Minggu (15/8/2021). 

Militer AS dilaporkan menjalin kontak dengan pemberontak, terutama menyangkut status bandara di ibu kota Kabul.

Baca juga: VIDEO Senangnya Tentara Taliban Bermain Bom-bom Car di Taman Hiburan dan Ngegym di Istana Presiden

Baca juga: Taliban Blokir Bandara, 7 Warga Afghanistan Tewas saat Rebutan Naik Pesawat yang Lepas Landas

Sejak akhir pekan, ribuan pasukan AS dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan penduduk Afghanistan yang ada hubungannya dengan Washington.

Pemberontak menduduki ibu kota pada Minggu (15/8/2021), setelah Mei melancarkan serangan masif yang menguasai ibu kota provinsi dan kota penting.

Presiden Ashraf Ghani memutuskan meninggalkan Kabul, setelah menyerahkan kekuasaan kepada pemberontak.

Saat disinggung mengenai Ghani, Price masih menyebutnya sebagai presiden, meski tak menyebut apakah dia masih dianggap pemimpin sah.

"Sejauh ini belum ada pemindahan kekuasaan secara formal," tutup Price.

Sementara puluhan ribu orang berupaya meninggalkan Afghanistan untuk menghindari kepemimpinan garis keras Taliban, atau mengkhawatirkan pembalasan karena selama dua dekade terakhir memihak pemerintahan yang didukung Amerika Serikat (AS).

Penerbangan evakuasi dari bandara Kabul masih berlanjut setelah kekacauan melanda pada awal pekan ini, ketika kerumunan warga menyerbu landasan dalam upaya menaiki pesawat yang terbang meninggalkan Afghanistan.

Beberapa orang bahkan nekat bergelantungan pada pesawat militer AS.

Taliban diketahui memimpin rezim pariah tahun 1996 hingga 2001 lalu, dan dikenal atas kepemimpinan yang brutal di mana anak-anak perempuan tidak boleh sekolah dan orang-orang dihukum rajam hingga tewas.

Pasukan koalisi pimpinan AS menginvasi Afghanistan setelah serangan 11 September 2001, sebagai respons atas posisi Taliban mendukung Al-Qaeda. Koalisi pimpinan AS saat itu berhasil melengserkan Taliban.

Sekarang, Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Beberapa waktu terakhir, kelompok ini berupaya menunjukkan sikap menahan diri dan posisi lebih moderat. Salah satunya saat mengumumkan amnesti untuk seluruh pejabat dan pegawai pemerintahan.

"Mereka yang bekerja di bagian atau departemen pemerintahan seharusnya melanjutkan tugas-tugas mereka dengan kepuasan penuh dan melanjutkan tugas mereka tanpa rasa takut," cetus Taliban dalam pernyataannya.

 
 Sejumlah pertokoan di Kabul dilaporkan kembali buka kembali, dengan polisi lalu lintas kembali bertugas di jalanan.

Sementara para pejabat setempat bersiap menggelar pertemuan diplomatik pertama di bawah Taliban, yakni dengan Duta Besar Rusia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved