Sabtu, 11 April 2026

Internasional

15.000 Warga AS Masih Bertahan di Afghanistan, Washington Minta Taliban Jaga Komitmen

Sebanyak 15.000 warga Amerika Serikat (AS) tetap berada di Afghanistan setelah Taliban mengambilalih Kabul.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Shakib RAHMANI
Tentara AS berjaga-jaga ketika warga Afghanistan menunggu naik ke pesawat militer AS di bandara militer Kabul, Kamis (19/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sebanyak 15.000 warga Amerika Serikat (AS) tetap berada di Afghanistan setelah Taliban mengambilalih Kabul.

Dua pembantu Senat mengatakan, mengutip pejabat dari pemerintahan Presiden Joe Biden.

Kedua ajudan Senat mengkonfirmasi diberi statistik selama pengarahan yang dipimpin oleh pejabat keamanan dan pertahanan nasional.

Sebuah laporan sebelumnya mengatakan angka itu bisa antara 10.000 dan 15.000, menurut Washington Post, Kamis (19/8/2021).

Taliban memberi tahu para pejabat AS bahwa mereka siap untuk menyediakan transportasi warga sipil yang aman ke bandara, kata penasihat keamanan nasional Jake Sullivan.

Dia menambahkan akan menahan Taliban pada komitmen itu.

Baca juga: Inilah Mariam Putri Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Hidup Bebas sebagai Seniman di New York City

"Kami membuat orang melewati gerbang, kami membuat mereka berbaris, dan kami menempatkan mereka di pesawat, tetapi ini adalah masalah jam demi jam," kata Sullivan.

Hampir 1.100 warga AS, penduduk tetap, dan keluarga mereka telah dievakuasi dengan 13 penerbangan pada Selasa (17/8/2021) malam, para pejabat mengkonfirmasi.

"Sekarang kami telah menetapkan arus, kami memperkirakan jumlah itu akan meningkat," kata seorang pejabat Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan selain lebih dari 3.200 penduduk AS yang telah dievakuasi, AS telah merelokasi sekitar 2.000 imigran Afghanistan. .

AS mengumumkan pada Senin (16/8/2021) siap menerima lebih dari 20.000 warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk Program Visa Imigran Khusus ke pangkalan militer.

Baca juga: VIDEO Teka-teki Pelarian Presiden Afghanistan dari Taliban Terjawab, Negara Ini yang Menampungnya

Kekacauan di Kabul, ibu kota Afghanistan, terjadi selama akhir pekan dan hingga Selasa (17/8/2021) setelah Taliban mengambil alih pada Minggu (15/8/2021).

Presiden Afghanistan yang digulingkan Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu di tengah pengambilalihan pemerintah negara oleh Taliban.

Beberapa orang Afghanistan tewas pada Senin (16/8/2021) di tengah situasi yang tidak stabil di bandara.

Ketika ratusan warga berteriak-teriak untuk naik pesawat yang sudah kelebihan kapasitas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved