Jumat, 10 April 2026

Internasional

Afghanistan Hadapi Krisis Keuangan, IMF Hentikan Transfer Ratusan Juta Dolar AS

Afghanistan menghadapi krisis keuangan di tengah-tengah pengambilalihan negara oleh Taliban. Sejumlah negara bersiap-siap untuk menghantikan transfer

Editor: M Nur Pakar
AFP/HOSHANG HASHIMI
Anak laki-laki mendayung sepeda bersama adiknya di jalan Kabul , Afghanistan yang tampak sepi dari lalu lalang kendaraan pada Kamis (19/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Afghanistan menghadapi krisis keuangan di tengah-tengah pengambilalihan negara oleh Taliban.

Sejumlah negara bersiap-siap untuk menghantikan transfer ratusan juta dolar berikutnya, seperti dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Sekitar 340 juta dolar AS akan ditransfer mulai Senin (16/8/2021) sebagai bagian dari pencairan IMF kepada anggotanya minggu depan, seperti dilansir The Independent, Kamis (19/8/2021).

Namun, negara-negara yang dipimpin oleh AS merencanakan pemungutan suara untuk memblokir pembayaran kepada rezim yang merebut kendali dalam pengambilalihan kilat di Kabul.

Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan krisis kemanusiaan.

Ketika Inggris menawarkan untuk mengambil 20.000 pengungsi yang melarikan diri dari negara itu.

Baca juga: Pemimpin Militer AS Salah Perhitungan, Tentara dan Pemerintah Afghanistan Ternyata Korup

Ajmal Ahmady, Gubernur Bank Sentral yang melarikan diri dari Afghanistan pada akhir pekan, mengatakan negara itu bergantung pada pengiriman dolar yang berhenti akhir pekan lalu.

Catatan menarik, IMF telah menyetujui alokasi SDR 650 miliar baru-baru ini.

DAB ditetapkan untuk menerima sekitar $ 340 juta pada 23 Agustus 2021.

"Mengingat Taliban masih dalam daftar sanksi internasional, diharapkan aset tersebut akan dibekukan dan tidak dapat diakses oleh Taliban," tweetnya.

Bank sentral, DAB, memiliki aset sekitar $9 miliar, kata Ahmady.

Disebutkan, sebagian besar dipegang oleh Federal Reserve.

Tetapi juga dalam bentuk obligasi AS, emas, rekening internasional dan dengan Bank for International Settlements.

Baca juga: Taliban Menembak dan Membunuh Wanita Afghanistan Tanpa Burqa

“Saya tidak dapat membayangkan skenario di mana Departemen Keuangan/OFAC (Kantor Pengawasan Aset Asing) akan memberikan akses kepada Taliban,” katanya.

Akibatnya bank kehabisan dolar karena pelanggan berusaha mengambil uang tunai dari rekening mereka, katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved