Senin, 20 April 2026

Internasional

Afghanistan Miliki 22 Ton Emas di AS, Taliban Tidak Bisa Menyentuhnya

Pemerintahan Amerika Serikat telah membekukan kepemilikan pemerintah Afghanistan di bank-bank AS. Mencegah Taliban mengakses miliaran dolar, bagian

Editor: M Nur Pakar
AFP
Emas batangan Afghanistan di Amerika Serikat 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat telah membekukan kepemilikan pemerintah Afghanistan di bank-bank AS.

Mencegah Taliban mengakses miliaran dolar, bagian dari cadangan devisa negara itu.

Di antara aset yang terjebak dalam pembekuan ini adalah simpanan emas batangan yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York.

Menurut angka yang diterbitkan oleh bank sentral Afghanistan, deposit berjumlah sekitar 22 ton emas pada Desember 2020, seperti dilansir Quartz, Kamis (19/8/2021).

Pada harga saat ini yang diukur oleh London Bullion Market Association (LBMA), batangan emas itu bernilai sekitar 1,25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun.

Emas mewakili lebih dari sepersepuluh cadangan yang dimiliki pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Kemenangan Taliban di Afghanistan, Dinilai Sebagai Memudarnya Kekuatan Militer AS

Baik di bank-bank dalam negeri serta berbagai negara termasuk AS.

Bank sentral, bernama Da Afghanistan Bank (DAB), memiliki aset cadangan sekitar 10 miliar dolar AS per Juni 2021 atau sekitar Rp 14,4 triliun.

Secara relatif, ini adalah angka yang sangat signifikan bagi Afghanistan.

Sebagai perbandingan, PDB negara itu pada tahun 2020 kira - kira 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 28,9 triliun,, menurut Bank Dunia.

Tetapi, sebagian besar cadangan senilai $ 10 miliar ini diparkir di luar negeri.

Meskipun tentu saja brankas DAB sendiri menyimpan setidaknya $ 160 juta emas dan perak komersial.

Baca juga: Wanita Afghanistan Tetap Takut dengan Pemerintahan Taliban: Saya Lebih baik Mati

Serta perbendaharaan ornamen emas kuno yang merupakan bagian dari apa yang disebut Harta Karun Baktria.

Situs pemakaman berusia 2.000 tahun.

Sekitar $9,5 miliar dari kepemilikan DAB adalah cadangan internasional, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved