Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Hizbullah Klaim Kapal Tanker BBM Iran Segera Berlabuh di Pelabuhan Beirut

Pemimpin kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran, Kamis (19/8/2021) mengatakan kapal tanker BBM Iran akan berlayar menuju Lebanon.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Pengendara sepeda motor menunggu untuk mendapatkan jatah bahan bakar di sebuah pompa bensin di Beirut, Lebanon 

Dia tidak merinci apa yang akan dilakukan kelompoknya jika dicegat.

Baca juga: Pengendara Membludak di SPBU Lebanon, Keributan Meletus, Tiga Orang Tewas

Tetangga Suriah menyalahkan Israel atas serangan misterius yang menargetkan kapal tanker minyak dari Iran ke Suriah tahun lalu.

Selama berminggu-minggu, orang Lebanon telah menunggu antrean panjang di SPBU untuk mengisi tangki mobil mereka.

Kekurangan solar di tengah pemadaman listrik yang parah telah mematikan ribuan generator swasta, yang menyebabkan kekurangan roti.

Beberapa rumah sakit telah memperingatkan bahwa pasien bisa meninggal karena kekurangan solar.

Kekurangan tersebut disebabkan oleh penyelundupan, penimbunan dan ketidakmampuan pemerintah yang kekurangan uang untuk mengamankan pengiriman bahan bakar impor.

Lebanon selama beberapa dekade mengalami pemadaman listrik.

Sebagian karena korupsi yang meluas dan salah urus.

Negara Mediterania berpenduduk 6 juta itu, termasuk 1 juta pengungsi Suriah hampir bangkrut.

Situasi memburuk secara dramatis minggu lalu setelah bank sentral memutuskan untuk mengakhiri subsidi untuk produk bahan bakar.

Keputusan itu kemungkinan akan menyebabkan kenaikan harga hampir semua komoditas di Lebanon.

Nasrallah mengatakan kelompoknya tidak bertujuan menentang siapapun, dengan mengatur pengiriman bahan bakar dari Iran.

Dia menambahkan tidak bisa berdiam diri di tengah penghinaan kepada rakyat, baik di depan toko roti, rumah sakit, pompa bensin, dan kegelapan di malam hari.

Baca juga: Warga Lebanon Kecam Hizbullah, Tuduh Sebagai Biang Krisis Ekonomi dan Halangi Pemerintahan Baru

Langkah itu kemungkinan akan membuat marah lawan-lawan Hizbullah di dalam negeri.

Dimana telah memperingatkan, langkah seperti itu bisa berakhir dengan menempatkan Lebanon di bawah sanksi Amerika.

Mantan Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, seorang kritikus keras terhadap Hizbullah, bertanya dalam serangkaian tweet.

"Apakah pengiriman bahan bakar Iran adalah pertanda baik bagi Lebanon."

"Atau apakah itu adalah deklarasi untuk melemparkan Lebanon ke dalam lumpur konflik internal dan eksternal."(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved