Jumat, 17 April 2026

Internasional

Komite Olimpiade Afghanistan Minta Bantuan, Evakuasi Atlet Wanita Olimpiade Sebelum Terlambat

Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Afghanistan telah meminta bantuan untuk mengevakuasi atlet wanita Olimpiade sebelum terlambat.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Samira Asghari, Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Afghanistan 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Afghanistan telah meminta bantuan untuk mengevakuasi atlet wanita Olimpiade sebelum terlambat.

Samira Asghari, mantan kapten tim bola basket nasional Afghanistan mengaku mengkhawatirkan keselamatan para atlet setelah Taliban menguasai negara itu. .

Dalam sebuah tweet yang sekarang telah dihapus, pemain berusia 27 tahun itu menulis:

"Atlet, pelatih, dan rombongan wanita nasional Afghanistan membutuhkan bantuan Anda, kita harus mengeluarkan mereka dari tangan Taliban."

"Tolong lakukan sesuatu sebelum terlambat."

Asghari menandai federasi bola basket AS, Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS, dan duta besar AS untuk Afghanistan dalam tweetnya.

Tweetnya muncul setelah atlet wanita pertama yang mewakili Afghanistan di Paralympic Games tidak dapat hadir.

Baca juga: Taliban Mulai Tebar Ancaman ke Wanita Afghanistan

Setelah tidak dapat meninggalkan negara itu tepat waktu karena kerusuhan di negara itu.

Chef de Mission Arian Sadiqi dari Komite Paralimpiade Afghanistan yang berbasis di London mengatakan:

"Sayangnya karena pergolakan yang sedang terjadi di Afghanistan, tim tidak dapat meninggalkan Kabul tepat waktu."

Mantan kapten sepak bola wanita Afghanistan Khalida Popal, yang berbasis di Kopenhagen, juga mendesak para pemain untuk menghapus media sosial/

Menghapus identitas publik dan membakar perlengkapan mereka untuk keselamatan mereka sendiri sekarang karena negara itu sekali lagi berada di bawah kekuasaan Taliban.

Padahal, Taliban telah mengatakan akan menghormati hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam.

Tetapi rekaman video dari Kabul menunjukkan gambar-gambar perempuan sedang dilukis.

Organisasi teroris itu sebelumnya juga melarang perempuan bekerja selama pemerintahan 1996-2001.

Baca juga: Wanita Afghanistan Tetap Takut dengan Pemerintahan Taliban: Saya Lebih baik Mati

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved