Minggu, 26 April 2026

Taliban Bisa Kaya Raya, Ternyata Alam Afghanistan Simpan Kekayaan yang Sangat Besar

Tahun 2010, laporan oleh militer dan ahli feologi AS memperkirakan Afghanistan memiliki kekayaan 1 triliun dollar.

Editor: Amirullah
AFP
Masyarakat menyaksikan pawai Taliban di Afghanistan. 

SERAMBINEWS.COM - Afghanistan miliki kekayaan alam yang sangat berlimpah.

Bahkan total kekayaannya bisa bikin negara barat iri.

Dalam sebuah lelucon satir, dikatakan pada hari ketujuh saat Tuhan selesai menciptakan alam semesta.

Tuhan menempatkan semua batu sisa tak terpakai di Afghanistan, itulah mitos candaan tentang alam Afghanistan yang diklaim menyimpan harta karun luar biasa.

Menurut Deutchhe Welle, Taliban kini telah sepenuhnya berkuasa di Afghanistan dan memiliki kekuatan fiansial, dan geopolitik yang kuat.

Sebelum mengambil alih Afghanistan, kelompok ini mencari dana perdagangan opium dan heroin, namun kini mereka memiliki sumber daya yang dibutuhkan dunia.

Tahun 2010, laporan oleh militer dan ahli feologi AS memperkirakan Afghanistan memiliki kekayaan 1 triliun dollar.

Meskipun negara tersebut tergolong negara termiskin di dunia.

Namun, mereka memiliki tembaga, lithium, kobalt, emas, dan rare eart yang tak terhitung jumlahnya, belum lagi tabungan minyak bumi yang baru saja ditemukan.

Dua dekade pendudukan Amerika Serikat, sumber daya alam tersebut tak tersentuh, karena situasi keamanan yang ekstrem.

Sekarang, nilai tabungan mineral itu sudah meroket akibat transisi global energi hijau.

Bahkan diperkirakan mineral di negara itu bisa mencapai 3 triliun dollar AS, termasuk bahan fosil, 3 kali produk domestik bruto Indonesia.

Lithium untuk baterai mobil listrik, ponsel, laptop, merupakan barang yang dibutuhkan pasar secara gila-gilaan.

Pertumbuhan permintaan Lithium mencapai 20 persen, jauh melesat, pentagon menyebut Afghanistan adalah Arab Saudinya Lithium dunia.

Ini memproyeksikan lithium di Afghanistan bisa menyamai Bolivia yang saat ini tertinggi di dunia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved