Getol Dukung Taliban, Ternyata Hanya Siasat China Agar Bisa Serang Taiwan, Kok Bisa?
China telah "didorong" oleh hasil perang di Afghanistan dengan Beijing kini menganggap AS dan Presiden Joe Biden lemah.
"China akan segera menjadi ekonomi terbesar di dunia."
Sebelumnya Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien memperingatkan bahwa China mencari cara mengintimidasi Taiwan, dan menggunakan krisis di Afghanistan untuk membuat AS tidak dipercaya.
Kepada Fox News O'Brien mengatakan: "Taiwan adalah hadiah geopolitik dari semua Asia dan Pasifik. Seperti tutup botol sampanye.
"Taiwan membuat Angkatan Laut PLA kesulitan dan jika mereka mendapatkan Taiwan mereka mendapatkan akses terbuka ke seluruh Pasifik sampai ke Hawaii, dan ke California.
"Dan mereka menginginkannya sangat dan mencoba mengintimidasi menggunakan perang psikologi, dan foto-foto yang berasal dari Kabul sangatlah mengerikan.
"Kita perlu pesan kuat dikirim ke warga Taiwan bahwa kami bersama mereka.
"Tapi juga kepada China bahwa kami tidak pergi dari persekutuan kami, teman kami dan mitra kami."
Ketika ditanya apakah China akan mencoba mengambil alih Taiwan seperti Hong Kong, O'Brien menjawab: "Sekretaris Jenderal Xi mengatakan ia akan menggabungkan Taiwan dengan China kembali dan melakukannya entah dengan satu cara atau cara lain.
"Kurasa sering kali kita sombong di barat dan di AS kita tidak mendengarkan para otoritarian dan para diktator tersebut. Kurasa kita harus sangat berhati-hati dan mendengarkan apa yang mereka katakan, ia sedang menjalankan operasi militer besar-besaran setiap saat, dan mereka menghabiskan uang sangat banyak untuk membangun militer mereka."
(*)
Artikel ini telah tayang di SOsok.id dengan judul Makanya Getol Dukung Taliban, Ternyata Itu Siasat China Agar Bisa Serang Taiwan Saat AS Sibuk Amati Afghanistan, Kini Pasukan Siap Mendarat!
Baca juga: Pria Yahudi Terakhir di Afghanistan Tolak Dievakuasi Meski Taliban Berkuasa
Baca juga: Adik Presiden Afghanistan Dukung Taliban, Hashmat Ghani Akui Tatanan Baru di Kabul
Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban akan Berubah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/parade-militer-china.jpg)