Berita Aceh Tamiang

Aceh Tamiang Remajakan 10 Ribu Hektare Kebun Kelapa Sawit Masyarakat

Aceh Tamiang menargetkan peremajaan sawit rakyat (PSR) dilakukan di lahan seluas 10 ribu haktare

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Hamparan bibit kelapa sawit di penangkaran Kampung Pangkalan, Aceh Tamiang yang akan digunakan untuk mendukung program PSR, Senin (23/8/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANGAceh Tamiang menargetkan peremajaan sawit rakyat (PSR) dilakukan di lahan seluas 10 ribu haktare.

Selain meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS), program PSR juga telah menciptkan serapan tenaga kerja baru.

Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, Yunus mengungkapkan target pengerjaan lahan seluas 10 ribu haktare ini merupakan kumulatif dari tahun usulan pertama.

Dia merincikan terhitung dari tahun 2018 hingga pertengahan 2021, kebun kelapa sawit yang sudah masuk dalam program PSR mencapai 7.155 hektare.

Baca juga: Korban Perampokan di Langsa Juga Terdaftar Sebagai Agen BRLink 

Yunus optimis target pengerjaan 10 ribu haktare akan tercapai karean tahun ini Aceh Tamiang kembali masuk daftar daerah penerima PSR dengan kuota 3 ribu haktare.

“Usulan perdana itu tahun 2018, kalau dihitung sampai hari ini, kebun sawit masyarakat yang sudah masuk program PSR 7.155 hektare,” kata Yunus, Senin (23/8/2021).

Yunus mengungkapkan sebagian besar lahan tersebut sudah tahap penanaman bibit, sedangkan sebagian lagi masih tahap pembersihan lahan karena baru diusulkan tahun 2020.

Bahkan diperkirakan sebagian lahan usulan pertama sudah bisa dipanen pada akhir tahun ini.

Baca juga: Lembah Panjshir Bakal Jadi Arena Perang, Taliban Kerahkan Pejuang Untuk Serang Pasukan Ahmad Massoud

“Untuk tahun pertama rata-rata sudah mengahsilkan buah pasir, akhir tahun ini akan dilakukan panen perdana,” sambungnya.

Dia menerangkan usulan program PSR ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Aceh Tamiang.

Namun ditegaskannya, program ini tidak akan menerima lahan yang masuk dalam HGU maupun kawasan hutan. 

Dalam kesempatan itu Yunus berharap semua pihak mendukung program strategis nasional ini.

Karena bertujuan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan produsi CPO.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Senin 23 Agustus 2021, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram

Diakuinya beberapa kendala non teknis menjadi salah satu penyebab tidak terpenuhinya kuota yang ditetapkan pada tahun lalu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved