Berita Banda Aceh
Capaian Vaksinasi Banda Aceh Tertinggi, Terendah? Ini Realisasi Kabupaten/kota
“Cakupan vaksinasi Covid-19 Aceh merupakan rerata capaian cakupan vaksinasi Covid-19 kabupaten/kota.
Penulis: Subur Dani | Editor: Nur Nihayati
“Cakupan vaksinasi Covid-19 Aceh merupakan rerata capaian cakupan vaksinasi Covid-19 kabupaten/kota.
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh yang dimulai pada 15 Maret 2020, dan cakupannya bagi semua kelompok sasaran sudah mencapai 18 persen per tanggal 21 Agustus 2021.
Saat ini, Kota Banda Aceh tercatat sebagai kota paling tinggi realisasi vaksinasi.
“Cakupan vaksinasi Covid-19 Aceh merupakan rerata capaian cakupan vaksinasi Covid-19 kabupaten/kota.
Cakupan paling tinggi saat ini Kota Banda Aceh mencapai 54,3 persen” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG, Minggu (22/8/2021) malam.
Oleh karena itu, Kota Banda Aceh diperkirakan bisa mencapai her immunity (kekebalan kelompok) Covid-19 lebih cepat dibandingkan 22 kabupaten/kota lainnya.
Baca juga: Ayu Ting Ting Laporkan Haters ke Polisi, Keluarga Kartika Damayanti Ancam Lapor Balik
“Herd Immunity atau kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu, Covid-19,” ujar SAG.
Kemudian ia merinci capaian vaksinasi dosis I Covid-19 kabupaten/kota mulai yang paling tinggi, yakni Banda Aceh 54,3 persen, Aceh Barat Daya 26,6 persen, Langsa 26,4 persen, Bener Meriah 25,2 persen, Sabang 25,1 persen, Aceh Tengah 23,6 persen, Gayo Lues 23,4 persen, Lhokseumawe 20,8 persen, Nagan Raya 20,8 persen, dan Aceh Singkil 20,2 persen.
Berikut capain vaksinasi di bawah rerata Aceh, yakni Aceh Barat 17,1 persen, Aceh Tenggara 17,1 persen, Subulussalam 15,8 persen, Aceh Timur 15,6 persen, Aceh Selatan 14,9 persen, Aceh Jaya 14,8 persen, Pidie Jaya 14,6 persen, Bireuen 14,5 persen, Aceh Tamiang 14,3 persen, Simeulue 11, 3 persen, Pidie 11,1 persen, Aceh Besar 10,6 persen, dan Aceh Utara, 10,5 persen.
Baca juga: ‘Syariah bukan Alasan Investor tak Masuk ke Aceh’
“Makin rendah cakupan vaksinasi suatu daerah maka kian rendah perlindungan warga dari ancaman Covid-19. Karena itu, kita terus menghimbau setiap orang berkonstribusi untuk saling melindungi melalui kekebalan kelompok tersebut,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kekebalan kelompok menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) terhadap kelompok masyarakat rentan yang bukan sasaran vaksinasi. Mereka ikut terlindunginya bila cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.
Pemerintah targetkan 181 juta dari 271 juta penduduk divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok tersebut.
Vaksinasi, lanjut SAG, tidak hanya bertujuan memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabahnya saja, melainkan juga untuk mengeliminasi (memusnahkan) bahkan mengeradikasi (menghilangkan) penyakit tersebut dalam jangka panjang.
Seperti suksesnya program imunisasi penyakit cacar 47 tahun silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/saifullah-abdulgani.jpg)