Kamis, 28 Mei 2026

Perikanan

Lima Perusahaan Perikanan Bentuk Asosiasi Industri Ikan Aceh, Ini Tujuannya

Nurkhalis mengatakan, potensi perikanan di Aceh cukup besar, karena laut Aceh berada di Selat Malaka dan Samudera Hindia, sehingga mememiliki sumber i

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Lima orang pengusaha perikanan Aceh, Senin (23/8) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS Kutaradja) Lampulo, Kota Banda Aceh, mendeklarasikan sebuah Asosiasi yang diberinama Asosiasi Industri Ikan Aceh (AIIA). 

Alasannya, kata Yohannes, pada waktu pihaknya mengajukan pinjaman modal pembangunan pabrik, bank tidak mau mengeluarkan kredit pinjaman modal usaha untuk pembangunan pabrik pengalengan ikannya, jika sewa lahannya cuma lima tahun.

“Bank baru akan memberikan pinjaman investasi jangka panjangannya, jika sewa lahan di lokasi pabrik yang mau dibangun mencapai jangka waktu 20 tahun minimal,” ujarnya.

Berbagai persoalan yang dihadapai investor yang sudah ada di PPS Kutaradja Lampulo ini, kata Nurhalis, akan dicarikan solusinya melalui duduk bersama antara Pengurus Asasiasi Industri Ikan Aceh yang baru kita lahirkan ini bersma Pemerintah Aceh dengan para pengusaha perikanan yang mengalami hambtan dan kendala untuk pengembangan industri perikanannya.

Selain masalah sewa lahan, kata Yohanned peminpinan PT Aceh Lampulo Jaya Bahari dan Almer Nafis Sandi, Dirut PT Yakin Pasific Tuna, fasilitas pendukung lainnya untuk berdirinya sebuah industri pengalengan ikan dan pengasapan ikan serta lainnya di di PPS Kutaradja Lampulo, air bersih belum tersedia dalam jumlah yang cukup.

Ini juga, kata Nurkhalis, akan menjadi bahan pemecahan masalah oleh Pengurus Asosiasi Industri Ikan Aceh yang baru terbentuk, untuk disampaikan kepada Pemerintah Aceh, Dinas Kelauatan dan Perikanan Aceh dan UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Pemko Banda Aceh, untuk dicarikan solusi.

Agar pembangunan pabrik industri pengalengan ikan dan pengasapan ikan di PPS Kutaradja Lampulo ini bisa dibangun secepatnya setelah air bersihnya tersedia.

Nurchalis mengatakan, pembentukan Asosiasi Industri Ikan Aceh ini, digagas oleh lima orang Pengusaha Perikanan Aceh, pertama dirinya ditunjuk sebagai Ketua, kedua Agus Rianto, pengusaha perikanan dari Pidie ditunjuk sebagai Wakil Ketua, ketiga Almeer Nafis Sandi, pengusaha perikanan di PPS Kutaradja Lampulo, ditunjuk sebagai Sekretaris, keempat Yohannes, juga pengusaha perikanan di PPS Kutaradja lampulo, ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris, dan Ikhsan, Pimpinan PT Perindo, ditunjuk sebagai bendahara.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved