Selasa, 14 April 2026

Internasional

Uni Eropa Peringatkan Taliban, Tidak Akan Mengakui Rezim Baru Afghanistan

Pejabat tinggi Uni Eropa memperingatkan Taliban, bahwa blok tersebut tidak akan mengakui rezim baru Afghanistan.

Editor: M Nur Pakar
AP/Paul White
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen berbicara dalam konferensi pers di pangkalan udara militer Torrejon di Madrid, Spanyol, Sabtu (21/8/2021). 

“1 miliar euro yang disisihkan oleh Uni Eropa selama tujuh tahun ke depan untuk bantuan pembangunan terikat dengan persyaratan yang ketat," tegasnya.

Dia menyatakan Taliban harus menghormati hak asasi manusia, perlakuan yang baik terhadap minoritas, dan hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Pejabat tinggi Uni Eropa mengunjungi fasilitas di pangkalan udara militer Torrejón.

Baca juga: India Evakuasi Warganya dari Afghanistan, Pesawat Angkatan Udara Dikerahkan

Didampingi Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, yang mengatakan dapat menampung 800 orang.

Sementara itu, dua pesawat yang dikirim oleh Spanyol ke Kabul telah tiba di pangkalan udara tersebut.

Satu membawa kembali lima warga Spanyol dan 48 warga Afghanistan yang telah bekerja untuk Spanyol dan keluarga mereka.

Yang kedua tiba pada Jumat 920/8/2021) malam dengan 110 warga Afghanistan lagi.

Penerbangan ketiga dengan 110 penumpang lainnya telah meninggalkan Kabul menuju Dubai.

Dimana, digunakan Spanyol sebagai titik pemberhentian sebelum para pengungsi diterbangkan ke Madrid.

Pangkalan udara juga menerima penerbangan dari Uni Eropa dengan pengungsi Afghanistan lainnya.

Semua diharapkan untuk menghabiskan hingga tiga hari di sana sebelum pindah ke pusat penyambutan di tempat lain di Spanyol atau pergi ke negara-negara Eropa lainnya.

Sánchez mengatakan tanggapan dari anggota UE lainnya positif dan beberapa pengungsi Afghanistan telah pergi ke negara-negara UE lainnya.

Tetapi Amerika Serikat dan sekutu NATO sedang berjuang untuk membantu warga Afghanistan yang bekerja untuk pasukan mereka.

Karena takut akan pembalasan dari Taliban, tetapi sulit mencapai dan memasuki bandara Kabul.

Von der Leyen mengatakan staf Uni Eropa sedang berbicara dengan pejabat Amerika dan NATO tentang masalah tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved