Minggu, 26 April 2026

Indonesia Beli 55 Lemari Es untuk Menyimpan Vaksin Pfizer pada Suhu hingga Minus 70 Derajat Celcius

Ia menyebut vaksin Pfizer membutuhkan suhu hingga -80 derajat Celsius agar bisa bertahan sampai 6 bulan.

AP
Vaksin Pfizer-BioNTech memerlukan dosis awal yang diikuti dengan suntikan penguat dengan interval 21 hari di antara masing-masing untuk mencapai tingkat kemanjuran 95 persen 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengakui ada tantangan dalam melakukan distribusi vaksin covid-19, khususnya Pfizer.

Diketahui vaksin berjenis mRNA ini memerlukan tempat penyimpanan bersuhu sangat rendah, yakni hingga minus 70 derajat.

Untuk bisa memperkuat jalur distribusi logistik rantai dingin vaksin, pemerintah memutuskan membeli 55 unit lemari es tempat penyimpanan khusus yang bisa sampai minus 80 derajat Celcius melalui Unicef.

"Karena Unicef ogranisasi dunia yang melakukan distribusi vaksin miliaran tiap tahun dalam program vaksinasi anak-anak di semua pelosok bumi. Jadi kami membeli langsung lewat mereka Karena harganya bisa jauh lebih murah dan ketersediaannya lebih cepat," ujar Budi dalam rapat dengar pendapat bersama komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).
Setibanya di Indonesia lanjut Budi, lemari es ini akan dibawa ke 34 ibukota provinsi.

Baca juga: Dinkes Bireuen Buka Gerai Vaksin di Darussa’adah Cot Tarom dan Bagikan Seribuan Masker

Baca juga: Youtuber Muhammad Kece Ditangkap, Saat Tiba di Bareskrim Penghina Agama Islam Ini Teriak Salam Sadar

Baca juga: Intelijen AS Gagal Buktikan Asal-usul Covid-19, Cina Mengolok-olok

"Nantinya 34 ibukota provinsi ini bisa menjadi hub penyimpanan vaksin-vaksin yang membutuhkan rantai dingin capai minus 80 derajat Celcius," jelas mantan wamen BUMN ini.

Selain itu, Indonesia juga melakukan lobi kepada COVAX GAVI untuk mendapatkan hibah atau Grant 17 unit Ultra low temperature atau tempat penyimpanan khusus vaksin.

"Akan tiba minggu depan di Indonesia dan sementara ditaruh di Biofarma dan di Kementerian Kesehatan sebelum kita kirim ke daerah-daerah," jelas dia.
Menkes juga menjelaskan terkait kondisi vaksin Pfizer yang saat ini sudah masuk sebanyak 1,5 juta dosis ke Indonesia.

Ia menyebut vaksin Pfizer membutuhkan suhu hingga -80 derajat Celsius agar bisa bertahan sampai 6 bulan.

Baca juga: Sudah Vaksin Tapi Sertifikat Tak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Ini Solusinya

Baca juga: Hari Ini, 560 Nakes Aceh Barat Divaksinasi Tahap III, Vaksin Moderna, Bagian dari 1.868 Penerima

Baca juga: Vaksinasi di Banda Aceh yang Tertinggi di Aceh, Vaksin Moderna Akan Segera Disuntikkan

Jangka waktu vaksin tersebut lanjut Menkes akan berkurang jika dikirimkan ke kabupaten atau kota di Indonesia.

Alasannya, kata dia, infrastruktur penyimpanan vaksin yang tersedia di kabupaten/kota rata-rata hanya mencapai suhu -25 derajat Celsius.

"Kalau kemudian kita kirim ke kabupaten/kota yang memang sekarang sudah memiliki infrastruktur logistik penyimpanan rantai dinginnya sampai -25 itu bisa dilakukan.

Namun hanya bisa bertahan 2 minggu. Kemudian nanti mereka akan dipindahkan ke boks-boks khusus yang normal dipakai di fasyankes dan itu masih bisa tahan dalam kondisi suhu 2-8 derajat Celsius sampai 4 minggu," ucapnya.(Tribun Network/rin/wly)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved