Rabu, 22 April 2026

Intelijen AS Gagal Buktikan Asal-usul Covid-19, Cina Mengolok-olok

Cina melalui media corong pemerintah mengolok-olok hasil penyelidikan intelijen Amerika Serikat yang gagal membuktikan asal usul virus corona.

AP
Tim WHO tiba di Kota Wuhan, China untuk menyelidiki asal-usul virus Corona. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Setelah melakukan penyelidikan selama 90 hari terakhir, komunitas intelijen AS tak dapat membuktikan dengan kuat bagaimana cara virus tersebut menular dari hewan ke manusia atau bocor dari sebuah laboratorium di Wuhan.

Presiden Joe Biden dikabarkan telah menerima laporan komunitas intelijen AS itu. Asal usul virus corona kembali menjadi perdebatan, terutama antara AS dan Cina, setelah laporan intelijen AS pada Mei lalu menemukan bahwa tiga peneliti Institut Virologi Wuhan, Cina, jatuh sakit hingga dirawat di rumah sakit sekitar November 2019. Itu terjadi sebulan sebelum pandemi Covid-19 muncul dan menyebar ke seluruh dunia.

Kabar tiga peneliti lab Wuhan itu pertama kali terungkap dalam pemberitaan eksklusif The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (23/5/2021). Berita itu dibuat berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat yang tak diungkap ke publik.

Merujuk pada laporan yang diserahkan di akhir masa jabatan Presiden Donald Trump itu, sejumlah periset di lab Institut Virologi Wuhan (WIV) mulai sakit pada musim semi 2019.

Baca juga: Presiden Jokowi Bersyukur Ekonomi Indonesia Masih Bertumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Format dan Terminal Tipe A Langsa Gelar Pengobatan Gratis dan Sejumlah Lomba, Ini Para Juaranya

Baca juga: TA Khalid Apresiasi Terbentuknya Badan Pangan Nasional

Sebagaimana dilansir WSJ, mereka sakit "dengan gejala yang sesuai dengan Covid-19 dan penyakit musiman pada umumnya."

Sejak laporan WSJ itu mencuat, Presiden Biden pun memerintahkan komunitas intelijen AS menyelidiki lagi asal mula pandemi Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengajukan studi penelitian kedua asal usul virus corona di Negeri Tirai Bambu yang hingga kini ditolak Cina.

Cina melalui media corong pemerintah mengolok-olok hasil penyelidikan intelijen Amerika Serikat yang gagal membuktikan asal usul virus corona.

Dalam laporan eksklusif Global Times, Beijing menganggap pejabat intelijen AS memiliki sedikit bukti kuat yang dapat menunjukkan dugaan Washington bahwa virus corona berasal dari kebocoran salah satu laboratorium di Wuhan.

"Bahkan di tahap akhir, pejabat intelijen Presiden Joe Biden hanya mendapat sedikit bukti kuat di tangan mereka untuk mendukung teori 'kebocoran lab'," bunyi laporan Global Times pada Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Jadi Syarat SKD, Daftar 742 Laboratorium Pemeriksa Covid-19 yang Terkoneksi dengan PeduliLindungi

Baca juga: Diskominfo Aceh Besar Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Guru Literasi MIN 27, Peserta Antusias

Baca juga: Amerika Serikat Sebut Taliban Tidak Lebih Sebulan Kuasai Pemerintahan Afghanistan

Global Times menuturkan dugaan AS soal kebocoran laboratorium di Wuhan merupakan sebuah hipotesis yang bahkan dianggap tidak masuk akal oleh lembaga ilmiah Negeri Paman Sam sendiri dan sekutunya.

"Tetapi AS masih puas dengan bukti yang tidak dapat diandalkan untuk menguatkan laporan yang mencoba mencoreng Cina sebagai penyebab virus corona," kata koran pemerintah Cina tersebut mengutip seorang sumber.

Asal-usul
Virus SARS-CoV-2 pertama kali terdeteksi di China pada akhir 2019 dan kini telah menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan lebih dari 180 juta kasus yang dikonfirmasi dan jutaan kematian.

Beberapa kasus awal terkait dengan pasar basah di Kota Wuhan, tempat klaster pertama infeksi Covid-19 tercatat.

Selama beberapa bulan terakhir, para ilmuwan telah mencapai konsensus luas bahwa virus menyebar sebagai akibat dari "zoonotic spillover" atau "virus yang melompat" dari hewan yang terinfeksi ke manusia, sebelum menjadi sangat menular dari manusia ke manusia.

Namun, teori lain yakin bahwa virus tersebut mungkin lolos dari fasilitas riset biologi utama, yang terletak relatif dekat dengan pasar, yakni Institut Virologi Wuhan (WIV).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved