Breaking News:

Sosok

Kisah Bunda Hetti, Sang Konselor Gagas Sekolah Therapy untuk Anak Trauma dan Berkebutuhan Khusus

berakibat buruk bila tidak dibatasi. Sebagai seorang konselor ia sering mendapat keluhan orangtua dan sulit mengatasi hal ini.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM / NUR NIHAYATI
Hetti Zuliani MPd, Cht, CI adalah sosok konselor kini bermukim di Pidie. 

Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah.

Hetti Zuliani MPd, Cht, CI saat di Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah - Abiya Jeunieb, Bireuen sedang menganalisa masalah anak.
Hetti Zuliani MPd, Cht, CI saat di Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah - Abiya Jeunieb, Bireuen sedang menganalisa masalah anak. (Dok pribadi)

Bagaimana bisa menempatkan diri membimbing dan mendidik anak supaya menjadi dambaan keluarga.

"Orangtua menjadi ukuran dan panduan bagi anak," tutur Bunda Hetti yang juga Alumni S2 di UPI Bandung ini.

Nah, Program yayasan Permata Aceh Mulia Sigli yang didirikan beberapa bulan di Sigli adalah untuk mendirikan Kelompok bermain anak-anak TK.

Di samping itu ada Sekolah Therapy untuk anak umum dan berkebutuhan khusus, di luar itu ada banyak program pengabdian ke sekolah.

Program ke sekolah dilakukan antara lain Saweue Sikula setiap Senin pagi, konseling trauma untk anak-anak korban pelecehan seksual dan lainnya.

Kemudian Parenting dan saweue anak-anak berkebutuhan khusus ke gampong-gampong.

Banyak hal ditemukan saat mengunjungi anak-anak yang mengalami traumatik ada kasus terjadi karena pengaruh lingkungan.

Ada juga karena disfungsi ibu dan ayah sehingga anak-anak menjadi penyebab, kendalanya bisa terjadi dalam mengatasi emosi dan dalam hubungan sosial. Dominan pola asuh sesuai atau tidak bisa ikut mempengaruhi.

Dia mencontohkan, misalnya anak yang lahir komunikasi yang rendah kurang percaya diri anak anak dari kecil tidak dapat mengemukan pendapat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved