Rabu, 8 April 2026

Berita Sabang

Perempuan Asal Sabang Ini Rilis Lima Buku di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan demikian, sudah enam buku dirilis perempuan yang sebelumnya suskes sebagai Blogger itu. Pasalnya, pada tahun 2015, ia merilis buku pertama.

Penulis: Mursal Ismail | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Fadiatur Rahmi 

Dengan demikian, sudah enam buku dirilis perempuan yang sebelumnya suskes sebagai Blogger itu. Pasalnya, pada tahun 2015, ia merilis buku pertama. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Di tengah keterbatasan bergerak dan beraktivitas dalam masa pandemi Covid-19, Fadiatur Rahmi, penulis Aceh asal Sabang merilis lima buku pada tahun 2021. 

Dengan demikian, sudah enam buku dirilis perempuan yang sebelumnya suskes sebagai Blogger itu. Pasalnya, pada tahun 2015, ia merilis buku pertama. 

Nah, tahun 2021 kini, tiga di antara tiga buku yang dirilisnya merupakan karya sastra yang diangkat dari kisah nyata kehidupan.

Salah satunya Novel berjudul 'Cinta Itu Luka'. 

Novel ini menceritakan kisah Nur Alia (nama samaran) perempuan yang sudah dua kali keguguran, dua kali IUGR, yaitu janin tidak berkembang. 

Kemudian satu kali bayi meninggal dalam kandungan hingga kini ia divonis mandul. 

Baca juga: Dialog Virtual Iwan Gayo, Penulis Buku Pintar, “Google” Pra Digital, Disiarkan Fanpage fb Serambi

"Sebelum Nur Alia curhat ke saya, menceritakan detail kehidupannya, saya bahkan tak pernah menyangka ada kisah nyata setragis itu.

Selama ini saya pikir kisah seperti itu hanya ada di film-film," tulis Fadiatur Rahmi di akun media sosialnya.

Hal ini juga sebagaimana dikutip dalam siaran persnya yang dikirim kepada Serambinews.com, Selasa (31/8/2021). 

Menurutnya, novel yang baru terbit bulan lalu ini mendapatkan banyak sambutan hangat dari para pembaca dengan ikut memberikan penilaian mereka dalam bentuk komentar.

 “Allah tumpah semua  pada akhirnya, gak terasa lima ratus halaman lebih dalam semalam, padahal iseng aja awalnya lihat-lihat dulu, eh keterusan tidak bisa berhenti lagi,” tulis Liza Noviahadi mengomentari novel ini di halaman media sosialnya.

Baca juga: Yusuf Mansur Marah, Sejumlah Pengelola Media Online, Warganet, dan Penulis Buku Akan Dilapor Polisi

Sementara itu, pegiat literasi lain Saprina Siregar menceritakan pengalamannya membaca salah satu karya Fadia tersebut. 

“Aduh baca novel ini buat emosional, kesel jadi kepo, pingin tau apa si tokohnya udah bahagia sekarang? Saya sampai ngilu megang perut bagaimana merasakan tubuhnya berjuang untuk dikuret,” ucapnya. 

Sementara itu, Fadiatur Rahmi, menyebutkan dari lima buku yang dirilisnya, dua di antaranya diterbitkan PT. Wasatha Media Umat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved