Breaking News:

Internasional

Selandia Baru Berlakukan Lockdown Ketat, Kasus Virus Corona Terus Turun

Pemerintah Selandia Baru, Selasa (31/8/2021) melaporkan kasus baru virus Corona turun untuk hari kedua, menjadi 49 kasus.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Jalanan di Wellington, Ibu Kota Selandia Baru tampak lelang dari lalulang kendaraan, seiring pemberlakuan lockdown pada Selasa (31/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WELLINGTON - Pemerintah Selandia Baru, Selasa (31/8/2021) melaporkan kasus baru virus Corona turun untuk hari kedua, menjadi 49 kasus.

Hal itu terjadi di tengah lockdown atau penguncian ketat yang dilakukan negara itu selama wabah terbaru bulan ini.

Kecuali untuk sejumlah kecil kasus pada Februari 2021, Selandia Baru besar dari virus Corona selama berbulan-bulan.

Tetapi, begitu wabah varian Delta diimpor dari Australia, Perdana Menteri Jacinda Ardern memerintahkan lockdwon nasional pada 17 Agustus 2021.

Dilansir AFP, Selasa (31/8/2021), jumlah total kasus mencapai 612 orang, dengan 597 kasus di kota terbesar Selandia Baru di Auckland dan 15 di ibu kota Wellington.

Penurunan jumlah kasus harian menandakan pembatasan sosial mengurangi penyebaran varian Delta yang sangat menular, kata Ardern dalam konferensi pers.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pfizer Makan Korban di Selandia Baru, Kasus Sangat Langka

“Kami memiliki hari kedua di mana jumlah kami menurun. Kami ingin ekor wabah ini sesingkat mungkin,” tambah Ardern.

Sekitar 1,7 juta warga Auckland akan tetap dalam penguncian tingkat 4 yang ketat selama dua minggu lagi.

Sementara pembatasan untuk sisa negara itu akan berkurang mulai Rabu (1/9/2021).

Polisi menempatkan pos pemeriksaan di pinggiran Auckland untuk memastikan tidak ada pergerakan yang tidak penting yang diizinkan masuk kota.

Polisi juga mengatakan telah menangkap 19 orang pada Selasa (31/8/2021), menyusul protes anti- lockdown di seluruh negeri.

Sekarang ada 33 orang di rumah sakit dari wabah Delta terbaru, kata Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield.

Baca juga: Kisah Pria Selandia Baru di Banda Aceh, Masuk Islam dan Menemukan Tujuan Hidupnya

Disebutkan, delapan kasus dalam kondisi stabil dan masih perawatan intensif.

"Sungguh menyedihkan melihat enam kasus dalam wabah berada di bawah usia satu tahun," katanya.

Tetapi dia menambahkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang ada memperlambat penyebaran virus dan kasus akan terus menurun.

Penguncian Ardern, bersama dengan penutupan perbatasan internasional sejak Maret 2020, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, pemerintah menghadapi pertanyaan tentang peluncuran vaksin yang tertunda.

Baca juga: Satu-satunya Atlet Angkat Besi Transgender Selandia Baru Tersingkir dari Olimpiade Tokyo

Serta meningkatnya biaya di negara yang sangat bergantung pada tenaga kerja imigran.

Lebih dari seperempat populasi sepenuhnya divaksinasi, laju paling lambat di antara negara-negara kaya dari pengelompokan OECD.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved