Kamis, 21 Mei 2026

Luar Negeri

Meski Banyak Senjata Milik AS Telah Dikuasai, Taliban Marah Besar pada Amerika, Hal Ini Penyebabnya

Namun, dengan banyaknya peninggalan senjata yang kini dikuasai Taliban, kelompok itu begitu murka pada AS.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/AAMIR QURESHI
Pejuang Taliban melakukan konvoi di sepanjang jalan kawasan Ibu Kota Kabul, Afghanistan, pada Kamis (2/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Militer AS mengakhiri misi evakuasinya dari Afghanistan pada 31 Agustus.

Setelah perginya pasukan AS dari Afghanistan, banyak peralatan militer yang kemudian dikuasai Taliban.

Dalam foto-foto yang beredar, pejuang Taliban berpose dengan senjata buatan AS, termasuk senapan serbu M16 dan helikopter di sekitar bandara Kabul.

Peralatan taktis seperti night-vision goggle mounts, plate carriers dan seragam kamuflase juga telah jatuh ke tangan Taliban.

Menurut inspeksi resmi pemerintah AS pada Juni, Angkatan Udara Afghanistan telah beroperasi dengan 108 helikopter dan 59 pesawat.

Antara 2003 dan 2016, AS mengirimkan 358.530 senapan, lebih dari 64.000 senapan mesin, 25.327 peluncur granat, dan 22.174 Humvee kepada tentara Afghanistan, menurut Laporan Akuntabilitas Pemerintah AS.

Setelah pasukan NATO mengakhiri peran tempur mereka pada tahun 2014, tentara Afghanistan ditugaskan untuk mengamankan negara dan menerima peralatan lebih lanjut dari AS.

Baca juga: Taliban Konvoi Kendaraan Militer AS ke Iran, Serahkan ke Teheran

Baca juga: Latihan Militer Operation Bright Star Resmi Dimulai, Ini 21 Negara yang Mengikutinya

Pada tahun 2017, hampir 20.000 senapan M16 dipasok

Hingga tahun 2021, AS menyumbangkan setidaknya 3.598 senapan M4 dan 3.012 Humvee di antara peralatan lainnya untuk pasukan keamanan Afghanistan menurut laporan oleh Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan.

Namun, dengan banyaknya peninggalan senjata yang kini dikuasai Taliban, kelompok itu begitu murka pada AS.

Pejuang Taliban dikatakan murka setelah diketahui sebagian besar peralatan militer yang ditinggalkan pasukan AS di Afghanistan tidak layak pakai, melansir Express.co.uk, Kamis (2/9/2021).

Militer AS terpaksa meninggalkan beberapa helikopter dan kendaraan tugas berat menyusul keputusan Joe Biden untuk terus maju dengan penarikan pasukan setelah 20 tahun pertempuran.

Jim Banks, seorang anggota Kongres AS dari Partai Republik yang bertugas di Afghanistan, mengatakan Taliban “sekarang memiliki akses ke peralatan militer senilai $85 miliar”, termasuk helikopter Black Hawk.

Jenderal Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS, telah mengkonfirmasi pasukan AS menonaktifkan 27 Humvee dan 73 pesawat sebelum meninggalkan wilayah tersebut.

Hingga 48 pesawat diketahui tetap berada di Afghanistan, tetapi tidak diketahui berapa banyak yang masih beroperasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved