Internasional
Pejabat Taliban Minta Presiden Joe Biden Buka Kembali Kedubes AS di Kabul
Pejabat Taliban meminta Presiden AS Joe Biden membuka kembali Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kabul, Afghanistan.
“Saya merasa, Taliban merasakan pengakuan dalam beberapa bentuk atau lainnya tidak dapat dihindari dan saya akan senang jika terbukti salah," jelasnya.
Runtuhnya pemerintah pusat Afghanistan dalam menghadapi serangan Taliban telah menimbulkan kekhawatiran di negara-negara tetangga dan Eropa.
Dimana, akan menimbulkan krisis pengungsi dan gelombang baru ancaman teroris dari Afghanistan.
“Taliban mengatakan semua kata yang tepat untuk saat ini," jelas Dewan Urusan Internasional Rusia, Andrey kepada Wall Street Journal, Kamis (2/9/2021).
"Mereka tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah untuk kegiatan teroris ke arah timur, Xinjiang, atau arah utara, Asia Tengah,” tambahnya.
"Tapi sejauh ini hanya kata-kata... Ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban," tambahnya.
Blinken berjanji pengakuan diplomatik formal apa pun akan bergantung pada prilaku Taliban ke depan.
Baca juga: Inggris Bersiap Gempur ISIS di Afghanistan, Balas Serangan Roket ke Bandara Kabul
“Ke depan, setiap keterlibatan dengan pemerintah yang dipimpin Taliban di Kabul hanya akan didorong oleh satu hal: kepentingan nasional vital kami,” jelas Blinken.
“Jika kita dapat bekerjasam dengan pemerintah Afghanistan yang baru dengan cara membantu mengamankan kepentingan tersebut, termasuk kembalinya Mark Frerichs," jelas Blinken.
Mark merupakan seorang warga negara AS yang telah disandera di kawasan itu sejak awal tahun lalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/juru-bicara-taliban-zabihullah-mujahid-saat-berpidato-pada-konferensi-pers-pertama-di-kabul.jpg)