Breaking News:

Internasional

Warga Afghanistan Pertaruhkan Nyawa, Jika Amerika Serikat Tidak Cairkan Aset

Sejumlah badan kemanusiaan dan pejabat meminta AS untuk segera mencairkan seluruh aset Afghanistan. Seperti Shah Mehrabi, seorang profesor ekonomi

Editor: M Nur Pakar
AFP/Hoshang Hashimi
Sejumlah wanita berjalan di area pasar yang tampak sepi pembeli di Kabul, Afghanistan, Rabu (1/9/2021) 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sejumlah badan kemanusiaan dan pejabat meminta AS untuk segera mencairkan seluruh aset Afghanistan.

Seperti Shah Mehrabi, seorang profesor ekonomi di Maryland yang anggota lama dewan bank sentral Afghanistan.

Kemudian, seorang pejabat senior Rusia dan kelompok-kelompok kemanusiaan.

Mereka mendesak Departemen Keuangan AS untuk mencairkan aset Afghanistan, dengan mengatakan nyawa dipertaruhkan.

"Gravitasi situasinya sangat besar," kata Mehrabi.

Baca juga: Taliban Pergi dari Pintu ke Pintu, Mantan Pasukan Khusus Afghanistan Sebut Pembunuhan Tak Berhenti

"Setiap hari yang berlalu akan menghasilkan lebih banyak penderitaan dan lebih banyak eksodus orang," tambahnya.

Namun, Departemen Keuangan AS tidak mengurangi sanksi terhadap Taliban.

Atau melonggarkan pembatasan akses ke sistem keuangan global, kata seorang juru bicara kepada Reuters, Jumat (3/9/2021).

"Pemerintah Amerika Serikat telah berhubungan dengan mitra kemanusiaan di Afghanistan," jelas jubir itu.

"Khususnya mengenai kondisi keamanan di lapangan dan kemampuan mereka untuk melanjutkan pekerjaan kemanusiaan," ujarnya.

"Saat kami mempertahankan komitmen kepada rakyat Afghanistan, kami tidak mengurangi tekanan sanksi terhadap pemimpin Taliban," jelasnya.

"Atau juga pembatasan signifikan pada akses keuangan internasional," tambahnya.(*)

Baca juga: Kelompok Perlawanan Afghanistan Sebut Taliban Alami Kerugian Besar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved