Selasa, 14 April 2026

Internasional

Kelompok Perlawanan Afghanistan Sebut Taliban Alami Kerugian Besar

Kelompok perlawanan di Afghanistan mengatakan Taliban telah mengalami kerugian besar saat menyerang kelompoknya. Tetapi, mengakui masih membutuhkan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Gerakan perlawanan Afghanistan dan pasukan pemberontakan anti-Taliban menaiki tank era Uni Soviet saat berpatroli di sepanjang jalan Astana di Bazarak, Povinsi Panjshir. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Kelompok perlawanan di Afghanistan mengatakan Taliban telah mengalami kerugian besar saat menyerang kelompoknya.

Tetapi, mengakui masih membutuhkan bantuan asing.

Lembah Panjshir di Afghanistan utara, menjadi satu - satunya bagian dari negara yang tidak berada di bawah kekuasaan Taliban.

Saat ini, Taliban sedang berjuang melawan Front Perlawanan Nasional (NRF) untuk mendapatkan kendali.

Ali Nasary, Kepala Hubungan Luar Negeri untuk NRF kepada program Today BBC Radio 4, Kamis (2/9/2021) mengatakan Taliban tidak dapat menantang Lembah Panjshir.

Dia mengatakan kawasan itu telah tak tertembus selama setengah abad terakhir.

"Sayangnya selama tiga hari terakhir, Taliban telah menyerang lembah dari tiga arah," ujarnya.

Baca juga: Taliban Minta Dunia Buka Hubungan Baik, Siap Menjaga Kemerdekaan, Kebebasan dan Nilai-nilai Islami

Milisi yang setia kepada Ahmad Massoud, putra mendiang Ahmad Shah Massoud, mengambil bagian dalam latihan,di Provinsi Panjshir, Afghanistan timur laut.

Lembah Panjshir adalah wilayah terakhir yang tidak berada di bawah kendali Taliban menyusul aksi menakjubkan mereka. serangan kilat di Afghanistan.

Pejuang lokal menahan tentara Uni Soviet pada 1980-an dan Taliban satu dekade.

Kemudian di bawah kepemimpinan Ahmad Shah Massoud, seorang pejuang gerilya yang mencapai status mendekati mitos sebelum terbunuh dalam bom bunuh diri pada tahun 2001.

“Untungnya semua serangan telah dihalau, Taliban telah menderita banyak korban," ujarnya.

"Sebenarnya telah mundur sejauh lebih dari 30 mil dan banyak pejuang berhasil merebut tiga distrik," tambahnya.

Namun, ketika ditanya apakah dapat terus menahan Taliban, yang sekarang memiliki peralata militer AS, Nasary mengakui meminta lebih banyak bantuan dalam pertempuran mereka.

“Sebuah kekuatan yang memiliki perangkat keras lebih baik dari kami tidak berarti apa-apa karena kami telah menghadapi kekuatan lain yang lebih kuat sebelumnya," tambahnya.

Baca juga: Jurnalis Wanita, Pembuat sejarah Mewawancarai Juru bicara Taliban Juga Kabur dari Afghanistan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved