Rabu, 20 Mei 2026

Babak Baru Taliban

Eks Penerjemah Joe Biden Minta Pertolongan, Takut Dibunuh Taliban Setelah Tertinggal di Afghanistan

Tiga belas tahun kemudian, Mohammed tidak bisa mendapatkan aplikasinya untuk beremigrasi ke Amerika Serikat, ketika Taliban kuasai Afghanistan lagi.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
AFP/Glyn KIRK
Demonstran, termasuk mantan penerjemah untuk Angkatan Darat Inggris di Afghanistan, memegang poster saat melakukan protes di depan Gedung Parlemen di London,Inggris, Rabu (18/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Dia dulu adalah penerjemah untuk Biden saat masih menjabat senator, bersama dua anggota parlemen lainnya yang mengunjungi Afghanistan ketika badai salju memaksa helikopter mereka mendarat di daerah terpencil.

Mohammed secara rutin bekerja untuk Angkatan Darat AS saat itu, mengambil bagian dalam misi tempur.

Di tengah kekhawatiran bahwa Biden dan dua senator senior lainnya, Chuck Hagel dan John Kerry, berisiko diserang oleh Taliban, Mohammed bergabung dengan Pasukan Reaksi Cepat dari pangkalan udara Bagram ke pegunungan untuk menyelamatkan mereka.

Tiga belas tahun kemudian, Mohammed tidak bisa mendapatkan aplikasinya untuk beremigrasi ke Amerika Serikat, ketika Taliban kuasai Afghanistan lagi.

Usai Wawancara dengan Taliban, Penyiar TV Ini Akhirnya Kabur ke Qatar

"Halo Tuan Presiden: Selamatkan saya dan keluarga saya," katanya kepada Wall Street Journal pada Senin (30/8/2021), hari penerbangan terakhir dari evakuasi darurat yang dilakukan selama dua minggu.

Mantan penerjemah Joe Biden pada 2008 itu belum dievakuasi dari Afghanistan, dan sekarang dia bersembunyi dari Taliban.

Mantan penerjemah tersebut hanya disebut bernama Mohammed untuk melindungi identitasnya.

"Jangan lupakan saya di sini."

Wall Street Journal melaporkan bahwa Mohammed, istri, dan empat anaknya sekarang bersembunyi.

Mereka khawatir akan tindakan keras Taliban yang telah mengambil alih kekuasaan di Kabul.

Meski Banyak Senjata Milik AS Telah Dikuasai, Taliban Marah Besar pada Amerika, Hal Ini Penyebabnya

Pada Selasa, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Amerika Serikat ingin membantunya.

"Pesan kami kepadanya adalah terima kasih telah berjuang di pihak kami dalam 20 tahun terakhir," katanya kepada wartawan yang dikutip AFP.

"Kami akan membawamu keluar. Kami akan menghormati jasamu," katanya.(*)

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Eks Penerjemah Joe Biden Tertinggal di Afghanistan belum Dievakuasi

Baca juga: Cinta Buta Gadis Ini Nekat Nikahi Ayah Kandungnya Sendiri, Ini Alasannya Dinilai Tabu

Baca juga: Aceh Tengah Jaga Keseimbangan Produksi Pertanian, Termasuk Adanya Peta Komoditi

Baca juga: 4.000 Siswa SMP dan SMA Sederajat di Langsa Akan Divaksin, Wakil Wali Kota Pantau Vaksinasi Perdana

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved