Berita Langsa
Tim Dosen Sejarah Unsam Langsa Temukan Dermaga Lama Pedagang Aceh di Peusangan
Dermaga tersebut sebagai lokasi pusat transaksi perdagangan lada, kulit manis dan damar tempo dulu, yang terletak di desa Peusangan Peureulak.
Penulis: Zubir | Editor: Taufik Hidayat
Sehingga pertumbuhan dan perkembangan ekonomi pantai timur Aceh, pada pase kedua ini, pada zaman pemerintah Belanda di pantai timur sudah terbuka dengan luar negeri dalam hal penanaman modal asing (foreign sector).
Sehingga terjadi persaingan antara tanaman tradisional dengan tanaman modern yang diperkenalkan oleh swasta kolonial Belanda, bukan berarti ekspor komunitas tanaman rakyat berhenti.
Tetapi ekspor hasil tanaman tradisional (lada, kulit manis dan kopra) tidak lagi diekspor ke Semenanjung Malaya.
Melainkan melalui pedagang “Asosiasi Perdagangan dan Pengusaha Swasta” yang bermarkas di Peureulak pantai Timur Aceh.
Mereka mengangkut menggunakan Atjeh Tram melalui pusat stasiun Idi, kemudian diangkut ke Pelabuhan Lhokseumawe dan Langsa Bay.
"Seperti tahun 1921, wilayah Peureulak/Idi mengekspor 340.725 kg lada dan Langsa 882.440 kg lada," tutup Dr. Usman Ibrahim.(*)