Breaking News:

Internasional

Pemimpin Kudeta Guinea Tutup Perbatasan Sepekan, Kabinet Dipanggil

Pemimpin kudeta, seorang tentara berpangkat kolonel menguasai televisi pemerintah pada Minggu (5/9/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kolonel Angkatan Darat Mamadi Doumbouya mengumumkan di televisi pemerintah bahwa perbatasan Guinea telah ditutup setelah penangkapan presiden negara itu 

“Jika Anda melihat keadaan jalan kami, jika Anda melihat keadaan rumah sakit kami, Anda menyadari setelah 72 tahun, sudah waktunya untuk membangun,” katanya.

“Kita harus bangun," tambahnya.

Letusan senjata meletus Minggu pagi di dekat istana presiden dan berlangsung selama berjam-jam.

Sehingga, memicu ketakutan di negara yang telah mengalami banyak kudeta dan upaya pembunuhan presiden.

Baca juga: Presiden Guinea Masih Ditahan, Foto di Medsos Belum Diverifikasi Kebenarannya

Tidak segera diketahui seberapa luas dukungan Doumbouya dalam jajaran militer.

Dalam pidatonya, dia meminta tentara lain untuk menempatkan diri di pihak rakyat dan tetap tinggal di barak.

Terpilihnya kembali presiden pada Oktober telah memicu demonstrasi jalanan yang penuh kekerasan.

Di mana oposisi mengatakan puluhan orang tewas.

Perkembangan baru menggarisbawahi bagaimana dia juga menjadi rentan terhadap elemen-elemen yang berbeda pendapat di dalam militernya.

Conde berkuasa pada 2010 dalam pemilihan demokratis pertama di negara itu sejak kemerdekaan dari Prancis.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved