Jumat, 12 Juni 2026

Luar Negeri

Sosok Kolonel Mamady Doumbouya Pemimpin Kudeta Guinea, Tentara Culik Presiden Bubarkan Pemerintah

Dengan dikelilingi oleh anak buahnya yang bersenjata lengkap, Kolonel Mamady Doumbouya menyatakan akan membentuk pemerintahan transisi.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
VIDEO SCREENGRAB via Sky News
Kolonel Mamady Doumbouya, pemimpin kudeta Guinea ketika tampil di televisi. Guinea mengalami kudeta dengan Presiden Alpha Conde diculik.(VIDEO SCREENGRAB via Sky News) 

Lawan politik Conde menyatakan, presiden 83 tahun tersebut dianggap gagal menyejahterakan rakyat meski negara mereka kaya akan mineral.

Publik pun merespons kudeta itu dengan bersukaria.

Saksi mengungkapkan kendaraan militer menyapa warga di pinggir jalan.

"Guinea sudah merdeka! Bravo," teriak seorang perempuan dari balkon rumahnya.

Baca juga: Ubah Konstitusi Demi Jabat 3 Periode, Kini Presiden Guinea Dikudeta dan Ditahan Pasukan Khusus

Baca juga: Tentara Culik Presiden dan Bubarkan Pemerintah, Kudeta di Guinea

Tentara Culik Presiden dan Bubarkan Pemerintah

Kudeta terjadi di Guinea oleh tentara pemberontak yang menculik presiden dan membubarkan pemerintah pada Minggu (5/9/2021).

Dalam video yang dikirim ke AFP, tentara pemberontak di negara Afrika Barat itu berkata telah menangkap Presiden Alpha Conde.

Namun, situasi di lapangan belum jelas karena pemerintahan Conde sebaliknya menyatakan bahwa serangan di istana presiden bisa dihalau.

Sebelum Presiden Diculik Pada Minggu pagi suara tembakan keras terdengar di pusat ibu kota Guinea, Conkary, dan tentara terlihat di jalan-jalan.

Seorang diplomat Barat di kota menggambarkan peristiwa itu sebagai upaya kudeta.

Guinea - salah satu negara termiskin di dunia meskipun memiliki sumber daya mineral yang signifikan - telah lama dilanda ketidakstabilan politik.

Pada Minggu, penduduk yang dihubungi melalui telepon di semenanjung Kaloum Conakry - daerah pemerintah - melaporkan mendengar suara tembakan yang berkelanjutan.

Berbicara dengan syarat anonim demi keselamatan, mereka melaporkan melihat sejumlah tentara di jalan-jalan yang meminta warga kembali ke rumah dan tinggal di dalam.

Seorang warga berkata, dia telah melihat barisan kendaraan militer dengan tentara yang bersemangat di dalamnya, menuju pusat kota.

"Mereka menembak ke udara dan meneriakkan slogan militer mereka sendiri," tambahnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved