Berita Bireuen
Aliansi Mahasiswa Bireuen Jumpai Bupati Bireuen
Mahasiswa mendesak Bupati Bireuen untuk mencopot Kadis Sosial Bireuen, Mulyadi SE MM karena diduga telah melakukan tindak korupsi.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sekitar 20-an mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Bireuen, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (07/09/2021) mendatangani Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen dan melakukan pertemuan dengan Bupati Bireuen.
Amatan Serambinews.com, para mahasiswa sebagian besar memakai baju almamater dan baju berlogo HMI berjalan kaki dari Stadion Cot Gapu Bireuen, kemudian langsung ke lobi kantor Bupati Bireuen.
Sejumlah aparat keamanan dari Polres Bireuen, anggota Satpol PP Bireuen berjaga jaga di komplek kantor tersebut, para mahasiswa langsung naik ke lantai dua dan menuju ruang kerja Bupati Bireuen.
Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi menyambut kehadiran mereka di pintu ruang masuk dan mempersilahkan masuk ke ruangan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bireuen didampingi Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi SH, beberapa pejabat lainnya dan Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Yasir SE.
Baca juga: Kasus Adik Hamili Kakak Kandung, Polisi Berencana Datangkan Psikiater, Pelaku Wanita tidak Ditahan
Baca juga: Muncikari Berusia 16 Tahun Ditangkap, Tawarkan PSK Online yang Masih Belia, Tarif 350 Ribu per Jam
Koordinator Aliansi Mahasiswa Bireuen, Azis Alkhuzzar dan para mahasiswa lainnya langsung memulai pembicaraan, kehadiran para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Bireuen tindak lanjut dari aksi penyampaian pernyataan sikap Selasa (31/08/2021), salah satu intinya mendesak Bupati Bireuen untuk mencopot Kadis Sosial Bireuen, Mulyadi SE MM karena diduga telah melakukan tindak korupsi bantuan pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tahun 2020 lalu.
“Kehadiran kami tindak lanjut dari aksi sebelumnya meminta ketegasan menyangkut
pencopotan Kadis Sosial Bireuen karena diduga telah melakukan dugaan korupsi bantuan sosial,” ujar Azis Alkhuzzar dan diiyakan rekan-rekannya.
Selain itu, meminta dana yang sudah dikembalikan ke kas daerah sebesar Rp 100 juta untuk dibuat regulasi dan disalurkan kepada masyarakat Bireuen. Setelah mendengar apa yang disampaikanpara mahasiswa,
Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi mengatakan, selaku pimpinan daerah setiap saat melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai, apalagi yang diduga bermasalah.
Sebelum mahasiswa melakukan aksi pihaknya bersama Sekdakab Bireuen dan pejabat lainnya sudah melakukan evaluasi kinerja.
Baca juga: Sidang Terdakwa Dalang Serangan 11 September Berjalan Lambat, Benarkah AS Sembunyikan Barang Bukti?
Baca juga: Raja Salman Akan Tindak Milisi Houthi, Serangan Rudal dan Drone ke Arab Saudi Tak Juga Berhenti
Menyangkut kapan dimutasi, Muzakkar mengatakan, mutasi adalah masalah normal di pemerintahan dan semua memiliki mekanisme tersendiri mulai dari laporan diterima, kemudian
menyampaikan laporan ke Komisi ASN di Jakarta.
“Laporan ke Komisi ASN di Jakarta sudah kami sampaikan dan hingga saat ini belum turun,”
ujarnya.
Intinya, kata Muzakkar, pihaknya sangat respek terhadap desakan para mahasiswa agar kepala Dinsos Bireuen segera dimutasi. Namun, Pemkab Bireuen harus menunggu rekomendasi dari Jakarta.
Azis Alkhuzzar dalam pertemuan tersebut kembali mengharapkan adanya kepastian kapan dimutasikan, Bupati meminta waktu menunggu rekomendasi turun. “Mungkin dalam tiga hari kedepan sudah turun rekomendasi atau beberapa hari kedepan, kemungkinan 10 hari ke depan sudah terjadi mutasi,” ujarnya.
Mendapat jawaban tersebut, akhirnya mahasiswa membubarkan diri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-dinas-sosial-bireuen-diduga-korupsi.jpg)