Breaking News:

Mualem Isyaratkan Gandeng Ramli MS, Sebagai Calon Wakil Gubernur Aceh

Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf, mengisyaratkan akan berpasangan dengan Bupati Aceh Barat

Editor: bakri
DOK SERAMBINEWS.COM
Muzakir Manaf 

MEULABOH - Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf, mengisyaratkan akan berpasangan dengan Bupati Aceh Barat, Ramli MS sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh dalam Pilkada mendatang.

Isyarat akan menggandeng Ramli MS disampaikan pria yang akrab disapa Mualem ini di sela-sela pelantikan dan pengukuhan Pengurus Majelis Pembimbing, Lembaga Pemeriksaan Keuangan, dan Pengurus Pramuka Kwarcab Aceh Barat, Senin (6/9/2021) di Aula Bappeda, Meulaboh.

“Kita siap maju dan kita doakan Pak Ramli jadi ‘isteri’ saya (calon wakil gubernur) di pilkada nanti,” ucap Mualem yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Aceh.

Kabar Mualem akan menggandeng Ramli MS ini memang telah lama berembus. Ramli sendiri saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia 29 Juni 2021 lalu juga membenarkan kabar tersebut, dan mengaku siap membantu Mualem.

Jika duet Mualem-Ramli MS itu benar terjadi, Partai Aceh berarti benar-benar akan mengusung calon internal partai sebagaimana hasil Rapat Pimpinan (Rapim) DPA-PA di Hotel Meuligoe, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada Oktober 2020 lalu.

Rapat tersebut selain memutuskan Mualem sebagai calon Gubernur Aceh, juga memutuskan bahwa calon wakil gubernur juga akan dipilih dari internal partai. Namun ketika itu masih belum jelas siapa sosok yang akan diusung sebagai pendamping Mualem.

Saat acara penutupan rapim, 1 September 2020, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PA, H Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, kepada Serambi menyampaikan, penetapan Mualem sebagai calon gubernur dan calon wakil yang harus dari internal partai merupakan bagian dari 22 butir rekomendasi yang ditelurkan dalam rapim.

Keputusan itu diambil karena belajar dari kasus yang menimpa mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Dimana ketika Irwandi terjerat kasus hukum, citra partainya menjadi meredup dan yang ‘naik daun’ justru partai lain. “Kasus tersebut menjadi pengalaman untuk partai Aceh, sehingga tidak menggandeng calon dari dari luar partai dan tetap dari internal,” pungkasnya.

Kebijakan mengusung calon satu paket itu, imbuh Sekjen Partai Aceh tersebut tidak hanya berlaku di level provinsi, tetapi juga di kabupaten/kota. “Untuk calon kepala daerah bupati dan wali kota, tetap dari internal dan untuk wakil juga dari internal,” tegasnya.

Sementara Mualem didampingi Jubir PA, Nurzahri, dalam satu wawancara khusus dengan Serambi seusai peringatan milad ke-14 Partai Aceh di Banda Aceh, 7 April 2021, mengatakan, terkait calon wakil dia serahkan sepenuhnya kepada partai.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved