Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

Gubernur Nova Promosikan Arabika Gayo Pada Puncak Pelaksanaan Gernas BBI

“Selain dari sektor perikanan, sektor pertanian dan perkebunan juga merupakan penopang kuat bagi tumbuhnya perekonomian di Aceh.

Penulis: Subur Dani | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau produk UMKM di area acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesi (Gernas BBI) di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu 8/9/2021. 

“Selain dari sektor perikanan, sektor pertanian dan perkebunan juga merupakan penopang kuat bagi tumbuhnya perekonomian di Aceh.

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kampanye ‘Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia’ dengan tagar #Pasar Laut Indonesia dan tema: Ikan dan Kopi Aceh tentu sangat sesuai dengan kondisi Aceh.

Sebagaimana diketahui, ikan dan Kopi merupakan dua sumber daya alam yang begitu menonjol di Aceh. Apalagi kopi Arabica Gayo yang 80 persennya diproduksi oleh para petani lokal.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada puncak pelaksanaan Gernas BBI, di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (8/9/2020).

“Selain dari sektor perikanan, sektor pertanian dan perkebunan juga merupakan penopang kuat bagi tumbuhnya perekonomian di Aceh.

Dan jika berbicara di tingkat dunia, yang paling menonjol dari sektor pertanian Aceh adalah kopi.

Adapun Kopi yang dimaksud adalah kopi jenis Arabika yang dikembangkan di kawasan dataran tinggi Gayo,” ujar Nova.

Baca juga: Luncurkan Gernas BBI Ragam Aceh, Menko Luhut Minta Gubernur Dukung UMKM

Baca juga: Tes CPNS dan PPPK di Simeulue Dimulai 14 September, Setiap Peserta Harus Bawa Surat Antigen Covid-19

Baca juga: Kagama Siapkan Rumah Singgah untuk Penderita Bibir Sumbing

Nova menjelaskan, lebih dari 60 persen produk kopi Arabika Aceh telah berhasil menembus pasar Eropa dan Amerika. Dari total seluruh produk kopi arabika premium dalam negeri, 40 persennya berasal dari Tanah Gayo.

Karena itu keberhasilan Aceh mengembangkan kopi Arabica, identik dengan keberhasilan rakyat dalam mengoptimalkan sumber daya alamnya.

Tentu saja ini sebuah kebanggaan khusus bagi Aceh.

“Data ini jelas menunjukkan bahwa Kopi Gayo sangat digemari. Wajar jika Kopi Gayo juga menjadi kebanggaan nasional di tingkat dunia.

Yang lebih membanggakan lagi, Bapak Ibu sekalian, sekitar 80 persen kebun kopi Arabica di Tanah Gayo dikelola oleh masyarakat, sisanya dikelola oleh korporat.

Kebanggaan pada produksi ini selayaknya kita perkuat, sehingga berbagai jenis usaha yang terkait di dalamnya juga turut berkembang,” kata Nova.

Dalam sambutannya, Nova juga mengungkapkan, betapa sumber daya kelautan Indonesia begitu kaya. Nova menjelaskan, sumber daya kelautan Indonesia adalah potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Aceh termasuk salah satu wilayah yang memiliki sumber daya laut yang cukup berlimpah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved