Kamis, 16 April 2026

Pintu Masuk Diperketat untuk Mencegah Varian Mu Masuki Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukan varian Mu sebagai kategori variant of Interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian.

Republic World
Varian Delta Virus Corona Lebih Berbahaya, Banyak Menyerang Orang Berusia Muda. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menegaskan, berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) per 6 September 2021, varian Mu tidak ditemukan di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar Indonesia melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksin.

"Pemerintah juga berusaha mencegah munculnya varian baru di dalam negeri melalui strategi vaksinasi serta berbagai kebijakan menyeluruh yang mampu menekan angka kasus," kata Wiku menjawab pertanyaan media dalam keterangan pers virtual, Selasa (7/9/2021).

Varian Mu atau B.162.1 yang pertama kali ditemukan di Colombia telah ditetapkan WHO sebagai varian yang diamati atau varian of interest (VOI) per 30 Agustus 2021.

Baca juga: Epidemiolog Sebut untuk Melawan Varian Mu Diperlukan Booster Vaksin

Baca juga: Kejutan Atta-Aurel di Ultah untuk Amora, Raul Lemos: Masih Kurang Kehadiran Azriel Hermansyah

Baca juga: Jalan Limpok - Cot Irie Aceh Besar Rusak, Kapan Diperbaiki? Ini Kata Pejabat Dinas PUPR Aceh 

Ia menjelaskan, varian ini masuk dalam kategori VoI karena varian mengalami perubahan pada susunan genetik.

"Diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik virus. Dengan demikian, indikasi karakteristik seperti lebih ganas dibanding delta atau dapat menghindari kekebalan tubuh masih merupakan perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam," jelas Prof Wiku.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, berdasarkan hasil pelacakan melalui metode Whole Genome Sequencings (WGS) dari 7 ribu sampel seluruh Indonesia, varian Mu tidak ditemukan di Indonesia.

"Di beberapa tempat di sekitar kita belum ditemukan. Kita sudah melakukan Whole. Genome Sequencings terhadap 7.000 orang di seluruh Indonesia tapi belum tedeteksi," kata Dante saat memberikan keterangan terkait PPKM, Senin malam (6/9/2021).

Tak Seganas Delta

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., mengatakan varian Mu atau B1621 tidak lebih ganas dari varian delta.

Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukan varian Mu sebagai kategori variant of Interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian.

Sementara varian Delta yang masuk kategori Variant of Concern (VoC) atau yang perlu diwaspadai.

"Karena Delta kategori VoC levelnya tentunya di atas Mu yang kategori VoI," paparnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/9).

Baca juga: 12 Warga Nagan Raya Sembuh dari Virus Corona, Kasus Meninggal Tambah Satu Orang

Baca juga: Update Covid-19 di Lhokseumawe Hari Ini, Kasus Positif Bertambah 14, Meninggal Satu Orang

Baca juga: Wali Kota Subulussalam Affan Bintang Sambut Jenazah Merah Sakti di Perbatasan Hingga Melayat

Meskipun varian baru ini belum terdeteksi di Indonesia, menurutnya perlu diantisipsi karena varian Mu diketahui menyebabkan penurunan kadar antibodi baik karena infeksi ataupun vaksinasi.

"Hasil riset awal menunjukkan varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut," kata Gunadi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved