Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Sosok Mullah Mohammad Hasan Akhund, Perdana Menteri Interim Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban

Dia berasal dari Kandahar yang juga merupakan tempat kelahiran Taliban. Saat ini, Akhund diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
BBC INDONESIA
Taliban mengeluarkan foto terbaru Perdana Menteri interim Afghanistan, Mullah Mohammad Hassan Akhund.(BBC) 

SERAMBINEWS.COM, KABUL – Setelah merebut Kabul pada 15 Agustus, Taliban akhirnya mengumumkan daftar tokoh yang menjadi pemimpin pemerintahan baru Afghanistan.

Di antara nama tersebut, ada Mullah Mohammad Hasan Akhund yang menjadi Perdana Menteri interim Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban kali ini.

Mohammad Hassan Akhund adalah veteran milisi Taliban yang merupakan rekan dekat dan penasihat politik Mullah Omar, pendiri gerakan serta pemimpin tertinggi pertama.

Ia seorang anggota kelompok Dewan Tertinggi Taliban, yang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri di rezim sebelumnya.

Melansir Al Jazeera, Akhund adalah sosok senior di dalam Taliban dan merupakan kepala lama Rehbari Shura, alias dewan kepemimpinan, badan pembuat keputusan penting bagi kelompok itu.

Dia berasal dari Kandahar yang juga merupakan tempat kelahiran Taliban. Saat ini, Akhund diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.

Ketika Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001, Akhund sempat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Afghanistan.

Di akhir kekuasaan Taliban atas Afghanistan, Akhund terakhir kali mencicipi jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri.

Selain itu, Akhund adalah sosok yang disegani karena dekat dengan pemimpin tertinggi Taliban sebelumnya, Mullah Mohammad Omar.

Di komunitas internasional, Akhund masuk dalam daftar sanksi PBB.

Dalam laporan sanksinya, PBB menggambarkan Akhund sebagai rekan dekat dan penasihat politik Omar.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Akhund sangat dihormati di dalam kelompok tersebut, terutama oleh pemimpin tertinggi Taliban saat ini, Haibatullah Akhunzada.

Beberapa pengamat memandang Akhund lebih sebagai tokoh politik daripada tokoh agama.

Pandangan itu diperkuat melalui kendali Akhund atas Rehbari Shura yang juga memberinya hak suara dalam urusan militer.

Dia memainkan peran kepemimpinan dan bimbingan yang penting dalam Rehbari Shura.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved